Abstract :
Kebertahanan Ritual Larung Sesaji di Telaga Sarangan, Kecamatan
Plaosan, Kabupaten Magetan, ini difokuskan pada Ritual Larung Sesaji,
dipercayai, diyakini berpengaruh kuat terhadap masyarakat. Penelitian ini
dilatarbelakangi dengan aktivitas ritual Larung Sesaji, sehingga
menimbulkan permasalahan tentang bagaimana aktivitas masyarakat
dalam ritual Larung Sesaji, dan mengapa masyarakat menggunakan
gending-gending dalam ritual Larung Sesaji.
Dalam mencari data penelitian ini menggunakan metodologi
kualitatif tentang ?Kebertahanan Ritual Larung Sesaji Di Telaga Sarangan,
Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan?, dari hasil latar belakang
menjadikan permasalah yang pertama, mengenai bagaimana aktivitas
masyarakat dalam ritual Larung Sesaji, untuk mengkajinya digunakan
pendekatan semiotik, hermenetik dan linguistik. Berikut pertanyaan ke
dua mengapa masyarakat masih menggunakan gending-gending dalam
ritual Larung Seaji, untuk menganalisis gending-gending yang terdapat
pada ritual Larung Sesaji digunakan teori fungsi.
Gending saat berlangsung kegiatan ritual, mengingatkan manusia
akan tujuan, gagasan pikiran hidup dan leluhur; menyelamatkan hidup
manusia di dunia, melancarkan rejeki agar masyarakat hidup tenteram
dan damai. Dari hasil penelitian ini memberikan suatu harapan baik
sebagai referensi atau penelitian untuk tindak lanjut, dan juga penelitian
ini semoga menambah wawasan masyarakat Sarangan mengenai ritual
Larung Sesaji.