DETAIL DOCUMENT
KEBERADAAN GENDHING JANGLESAN DALAM RITUAL SEDEKAH BUMI DI DESA TAMBAKMULYA, KECAMATAN PURING, KABUPATEN KEBUMEN
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Suratno, Suratno
Subject
Karawitan 
Datestamp
2019-12-20 08:25:23 
Abstract :
Penelitian berjudul ?Keberadaan Gendhing Janglesan dalam Ritual Sedekah Bumi di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen?, bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang menyebabkan keberadaan gendhing Janglesan di Desa Tambakmulya. Keberadaan gendhing Janglesan tidak lepas dari pendukung seperti: sistem kepercayaan kejawen, cerita rakyat, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari leluhur. Keberadaan gendhing Janglesan didukung seniman Desa Tambakmulya, sesepuh desa, Ketua RT, RW, dan Kepala Desa serta warga masyarakat Desa Tambakmulya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penyajian gendhing janglesan dalam ritual sedekah bumi di Tambakmulya ?, (2) Mengapa gendhing janglesan dipakai dalam ritual sedekah bumi di Tambakmulya ?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung, wawancara, perekaman, catatan dilapangan, dan studi pustaka. Landasan teori yang digunakan adalah Soerjono Soekanto tentang Sosiologi suatu pengantar dan teori Rahayu Supanggah tentang garap yang digunakan untuk mengulas dan menganalisis garap gendhing janglesan di Desa Tambakmulya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gendhing janglesan dapat memberi dampak positif tentang nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Kedudukan sesepuh desa sangat penting sebagai pewaris budaya leluhur di masa lampau. Budaya leluhur, gendhing janglesan digunakan sebagai pengingat warga Tambakmulya, dan keyakinan mengandung nilai-nilai positif, sehingga gendhing janglesan dapat bertahan sampai saat ini di masyarakat Desa Tambakmulya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta