Abstract :
Rusini merupakan maestro tari yang mempunyai bakat luar biasa
dalam menari. Bakat menari yang luar biasa itu adalah turunan dari
Rusman. Rusini mampu mengembangkan bakatnya dengan baik,
sehingga ia mampu dijuluki maestro tari dalam acara peringatan Hari Tari
Dunia 2017. Rusini merupakan salah satu dari sekian banyak penari yang
tetap konsisten dalam mengembangkan tari tradisi Jawa. Setiap penari
memiliki cara masing-masing dalam meningkatkan kualitas
kepenariannya. Kualitas kepenarian Rusini sudah tidak diragukan lagi.
Penelitian ini berusaha mengungkap permasalahan yang berkaitan
dengan kualitas kepenarian dalam diri seorang penari yaitu Rusini.
Permasalahan yang diungkap meliputi: (1) bagaimana proses kepenarian
Rusini; dan (2) bagaimana kualitas kepenarian Rusini dalam tari Bedhaya
Pangkur? dengan metode penelitian kualitatif deskriptif analisis. Konsep
yang digunakan untuk mengungkap penelitian ini yaitu konsep Hastha
Sawanda untuk mengetahui kualitas kepenarian Rusini. Bentuk fisik dan
bentuk ungkap juga digunakan untuk mengungkap bentuk sajian tari
Bedhaya Pangkur.
Hasil penelitian menunjukkan proses kepenarian Rusini sudah
sangat panjang dan mendalam. Rusini sejak kecil sudah menari karena
bakat turunan dari kedua orang tuanya Rusman dan Darsi Pudyorini.
Bakat Rusini tidak berhenti saat berlatih di luar institusi pendidikan,
kemudian ia memutuskan untuk menekuni bakat menari di Akademi Seni
Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta. Rusini sering terlibat dalam
penggalian tari di Keraton Surakarta dan pemadatan yang dilakukan oleh
Agus Tasman. Hal ini terkait dengan proses pengalaman kepenarian
Rusini menjadikan dirinya sangat terampil dalam melakukan setiap gerak
tari yang dilakukan. Kualitas kepenarian Rusini sudah mencapai tingkat
golongan penari paripurna, karena tingkat tuntutan capaian kepenarian
Rusini sudah dalam tahap handal dan menjiwai (kasalira) dalam
melakukan sebuah gerak tari.