Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan totalitas pemahaman ekokritikisme dalam gagasan
ekosentrisme dalam perwujudannya yang unik dan untuk memperoleh gambaran pentingnya sosok Sardono
W. Kusumo dalam konstelasi tari yang berpengaruh pada dinamika kehidupan seni di Indonesia.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengapa gagasan ekosentrisme selalu muncul dalam
konseptualisasi teks-teks ciptaannya. Proses dan produk eksperimentasinya menjadi kontribusi
penting dalam penciptaan tari sehingga sosoknya sebagai Seniman dan Guru Besar Penciptaan Seni
menjadi penting dalam konstelasi tari di Indonesia.
Pendekatan yang digunakan adalah kritik seni holistik yang menelisik faktor genetik, objektif, dan
afektif dari proses dan produk teks-teks ciptaan Sardono W. Kusumo dalam perspektif ekokritikisme.
Kerangka teoretisnya menggunakan teori Fenomenologi Edmund Husserl yang menawarkan esensi
eidetik dalam menangkap kesadaran tematik sebuah teks ciptaan seni; teori Relasionalitas disodorkan
oleh Maturana dan Varela sebagai autopoiesis yang menjelaskan sebuah relasionalitas dalam sistem
kehidupancakupannya dengan kajian pola, struktur, dalam proses penciptaan diri; teori Hermeneutika
meng- interpretasikan fenomena visual yang melekat dalam teks ciptaan seni; dan teori Metaforikal
Asketik dari lokal genius Jawa yang mengingatkan pada pentingnya sebuah sensibilitas dalam sebuah
laku kreatif.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) konsep Lawang Sewusebagai training
kepekaanmendasari hampir seluruh teks ciptaan Sardono W. Kusumo; (2) karyanya yang berstruktur
terbuka dan bersifat organik,sebagian besar memiliki pola ulang-alik yang paradoksal, antara lain
dengan spektrum imajinya yang berada diantara imaji masa lalu dengan nilai-nilai purbawi dan imaji
masa kini dalam "dunia yang menjadi,"yaitu sebuah dunia yang mengalirkan proses penciptaanyang
mewujuddalam puisi gerak non-representasional; (3) kebanyakan karyanya ditemukan bersifathibrid
dan memiliki multifungsi dalam kecenderungan gerak yang vernakular.
Kata Kunci: ekokritikisme, proses kreatif, fenomenologi, autopoiesis, dan
hermeneutika.