Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Pujiningtyas, Olimpusiana
Subject
Tari
Datestamp
2019-12-23 04:17:31
Abstract :
ABSTRAK
EKSISTENSI KESENIAN JARANAN GUYUBING BUDAYA DI
KELURAHAN BLITAR KECAMATAN SUKOREJO KOTA BLITAR
(Olimpusiana Pujiningtyas). Skripsi S-1 Program Studi Seni Tari, Jurusan
Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Jaranan merupakan salah satu kesenian yang hidup di kota Blitar.
Salah satu kelompok kesenian Jaranan yang masih bertahan dan eksis
hingga saat ini adalah kelompok Guyubing Budaya. Dalam
pertunjukannya, sajian kesenian Jaranan terdiri dari Jaranan Joko
Kandung, Barongan Kembar Gupala Rukmi, Jaranan Sambernyawa,
Barongan Engkel, dan Bantengan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui bentuk pertunjukan, eksistensi dan faktor-faktor pendukung
eksistensi kesenian Jaranan Guyubing Budaya di kota Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan bentuk dengan metode
deskriptif analisis, data yang dikumpulkan adalah berupa kata dan
gambar. Penelitian dilakukan di kelurahan Blitar kecamatan Sukorejo kota
Blitar. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan cara observasi,
wawancara, dan studi pustaka. Beberapa landasan teori yang digunakan
untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan adalah teori bentuk
oleh Suzzane K. Langer untuk menjelaskan bentuk Pertunjukan, pendapat
Zaenal Abidin untuk menjelaskan tentang eksistensi, serta pendapat
Widyastutieningrum untuk menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi eksistensi.
Hasil penelitian menunjukkan bentuk pertunjukan Jaranan
Guyubing Budaya terdiri atas beberapa sajian tari dengan beberapa
elemen sajian seperti gerak, rias dan busana, musik iringan, tempat
pertunjukan, serta deskripsi pertunjukan. Eksistensi kesenian Jaranan
Guyubing Budaya ini dapat diketahui melalui kehidupan dan
perkembangan kelompok Jaranan Guyubing Budaya serta dijelaskan
melalui faktor pendukung berupa faktor internal meliputi idealisme,
kreativitas, motivasi, kegiatan, prestasi, manajemen, regenerasi, dan
fasilitas yang dimiliki. Selain faktor internal, juga terdapat faktor
pendukung eksternal meliputi apresiasi penanggap, penonton, strategi
publikasi, dan dukungan pemerintah.