Abstract :
Kirab Malam 1 Suro selain sebagai pelestarian budaya juga dimaksudkan
sebagai malam perenungan diri, ketebalan iman, hingga kedepannya bisa menjadi
manusia yang lebih baik. Perilaku mawas diri dalam menyambut malam sakral
menurut masyarakat jawa tersebut belum diterapkan selama prosesi berlangsung.
Pemahaman akan makna kirab yang bergeser, menjadikan kurangnya
kekhusyukan dalam mengikuti kegiatan budaya ini yang menyebabkan
berkurangnya rasa bangga akan warisan budaya terdahulu. Sebagai upaya
mengenalkan kirab kepada generasi muda dirancanglah booklet infografis sebagai
media pengenalan dan berbagai media promosi. Kekuatan data yang diperoleh
dari observasi maupun buku menjadi pokok utama sebelum menyusun infografis.
Menentukan poin-poin yang ingin disampaikan dan memberikan batasan ranah
pembahasan sehingga fokus pada tujuan utama. Proses pembuatan infografis ini
berdasarkan konsep rancangan dari Lankow dkk., yang dikolaborasikan sehingga
sampai pada tahap penyelesaian kekaryaan. Hasil dari rancangan berupa infografis
akan memberikan ulasan secara garis besar mengenai sejarah, tujuan, makna, nilai
kultural dan filosofinya yang terkandung dalam pelaksanaan kirab. Media
pengenalan Kirab Pusaka dengan pendekatan infografis statis dan digital painting
dimaksudkan untuk menggambarkan urutan peristiwa yang didapat secara
kronologis dan membantu memahami suatu kejadian dengan harapan agar
informasi lebih menarik, mudah diterima dan bertahan lebih lama dalam ingatan
pembaca. Media promosi terdiri dari media sosial, x banner, poster dan
merchandise yang dirancang berupa travel kit seperti t-shit, sling bag, klip kabel
dan lain sebagainya, disesuaikan dengan segmentasi dan karakter generasi muda.