DETAIL DOCUMENT
CERITA DARI DALAM TEMBOK KERATON SURAKARTA HADININGRAT (PAKU BUWONO XII - SUNAN AMARDIKA)
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Wiranegara, Gde Putu
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2020-04-03 07:32:16 
Abstract :
INTISARI Sri Susuhunan Paku Buwono XII dinobatkan menjadi menjadi Sunan ke- 12 Keraton Surakarta Hadiningrat 12 Juli 1945. Tiga puluh lima hari setelah penobatannya kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan, karena itu masyarakat Surakarta memberi beliau julukan Sunan Amardika. Sinuhun Paku Buwono XII sebagai sosok raja dengan jiwa merdeka, merdeka dari kekuasaannya sendiri karena baru dua bulan berkuasa, 1 September 1945 sudah mengeluarkan maklumat yang menyerahkan kerajaannya menjadi bagian dari Republik Indonesia yang baru merdeka, bebas dari belenggu protokoler istana dengan tidak dipayungi dan dikawal, bebas dari rasa ingin dihormati menjalani hidup keluyuran sebagai orang biasa. Namun Sinuhun tidak membebaskan diri dari tanggungjawabnya menjaga warisan leluhur dengan tetap menjaga eksistensi keraton dengan cara terus melaksanakan berbagai ritual yang sudah dilaksanakan sejak beberapa abad yang lalu oleh leluhurnya. Film dokumenter Paku Buwono XII, Sunan Amardika diciptakan dengan metode riset observasional menggunakan kamera sebagai mata pena yang mencatat dengan sangat dekat kehidupan Sinuhun Paku Buwono XII, keluarga, dan keratonnya. Rekaman kamera tersebut menghasilkan film yang menyebabkan penonton merasa medapat cerita langsung dari Sinuhun. Penonton mendapat sensasi merasa dekat dan seolah dituntun langsung masuk ke dalam keraton mengamati kehidupan seorang raja, keluarga, dan masyarakatnya, melihat dan mendengar atmosfir seharihari, serta berbagai upacara yang masih terus dilaksanakan. Kata kunci: Paku Buwono XII, Observasional, Film. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta