DETAIL DOCUMENT
“KIDUNG HREDAYA SAKING SWARA NGARCANA ISHWARA MENGEMBARA DALAM DIRI”
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Sudarta, I Gusti Putu
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2020-04-08 08:32:51 
Abstract :
INTISARI ?Kidung Hredaya Saking Swara Ngarcana Ishwara Mengembara Dalam Diri? berarti kidung merupakan ungkapan ekspresi dari hati nurani yang paling dalam. Kidung dilantunkan dengan suara yang indah dipersembahkan sebagai bakti kepada Hyang Widhi. Beliau yang disebut Ishwara dipuja dan disthanakan dalam keindahan suara. Dari suara hati mewujud menjadi kidung sebagai yantra untuk menuju Ishwara (Swara- Aksara-Ishwara). Karya Kidung Hredaya ini merupakan mandala, swara yantra bagi pengkarya dalam melakukan dhyana (meditasi). Suara prenawa Om dan bijaksara Sapta Ongkara digetarkan dan dilantunkan dalam melodi kidung sehingga selaras dan menyatu dengan getaran sabda semesta, suara asal, Nada Brahman. Swara-Aksara-Ishwara yang menjadi dasar dalam penciptaan kidung ini diterjemahkan dalam konsep berkarya menjadi bukti (karya kidung yang digarap dengan nilai estetika), mukti (karya kidung yang memberikan pencerahan dan kesadaran jiwa), ngarcana lango (mengalami ekstase keindahan, kesadaran spiritual), jiwan mukti (kebebasan, manunggal). Karya Kidung Hredaya ini dipersembahkan dalam bentuk Sangita di mana kidung (gita) menjadi elemen pokok disertai dengan musik (wadyan) dan tari (nretya). Dalam penyajiannya karya ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu ; 1). Kidung Shiwa-Budha, 2). Kidung Nretya Puja, 3). Kidung Swara Yantra. Dalam konteks upacara ritual Kidung Hredaya dipersembahkan menjadi bagian dari Panca Gita (lima suara). Dalam konteks sadhana (disiplin) yoga, Kidung Hredaya adalah nada yoga. Kata kunci: kidung, swara, yantra, ishwara, mengembara. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta