Abstract :
Sesuai dengan tugas penyaji untuk mendeskripsikan gending Kuwungkuwung,
paket Paseban Jawi dan Srimpen Glondhong Pring, maka kertas ini pun
selanjutnya berisi deskripsi dari tiga gending tersebut. Pendeskripsian gending
khususnya dilakukan secara lebih luas pada wilayah ricikan-ricikan yang dipilih
untuk disajikan (ditabuh) oleh penyaji. Wilayah-wilayah yang dimaksud terutama
wilayah garap musikal gending. Hanya saja guna melengkapi pendeskripsian
secara musikal, juga disajikan pendskripsian secara historikal, ataupun kajian
tentang makna teks gending (untuk srimpen). Sajian ini diawali dengan dhodhogan oleh dalang dhalang kemudian
dilanjutkan pocapan dhalang atau sasmita ?Nata Mandura ingkang miyos ing
pagelaran kawentar kaprawirane?. Setelah itu dilanjutkan buka gender yang
diterima oleh kendhang kemudian masuk pada bagian merong dengan irama dadi,
balungan merong terdiri dari empat cengkok dan hanya disajikan satu rambahan.
Pada cengkok kedua dhalang ndhodhog kothak tepat pada kenong kedua sebagai
ater ngampat seseg menuju sirep. Setelah gong, masuk pada cengkok ketiga yaitu
tepat pada kenong satu sajian sirep. Pada saat cengkok keempat, tepatnya saat
menjelang gong dhalang ndhodhog kothak sebagai ater bahwa sajian akan udar.
Setelah udar kembali ke cengkok pertama, setelah gatra pertama irama ngampat
seeseg menuju irama tanggung, setelah kenong ketiga menuju balungan umpak
inggah kemudian dilanjutkan ke inggah. Bagian inggah terdapat dua cengkok
balungan. Suwuk gropak dilakukan pada cengkok pertama. Setelah suwuk
dilanjutkan ada-ada girisa. Seleseai ada-ada diteruskan ginem oleh dhalang yang kemudian
dilanjutkan ada-ada mataram. Setelah ada-ada, dhalang sasmita ?untabing pra
wadya bala lamun cinandra kaya gagak aning pasetran?, kemudian dilanjutkan
dengan buka gender lancaran Gagak Setra laras slendro pathet nem. Selanjutnya
dhalang memainkan wayang dengan pola sabetan budhalan wadya dan jaranan.
Setelah cundhaka ngawe wadya dilanjutkan pola sabetan kiprah. Setelah kiprah
irama seseg, masuk ke ladrang Gagak Setra untuk mengiringi adegan jaranan.
Setelah jaranan selesai kembali ke lancaran lagi, kemudian seseg dan suwuk. Setelah gending suwuk, dilanjutkan ada-ada srambahan laras slendro pathet nem,
setelah ada-ada selesai dhalang ndhodhog kothak dilanjutkan Srepeg lasem untuk
mengiringi adegan perang ampyak. Setelah perang ampyak selesai, gending seseg
kemudian suwuk tamban. Sajian ini diakhiri dengan pathetan Kedu laras slendro
pathet nem.