Abstract :
ABSTRAK
?Dramaturgi Komedi Ampon Yan Naskah ?Awak Tam Ong? Kelompok Teater
Kosong?, karya T. Januarsyah merupakan kajian terhadap teater komedi modern di
Aceh. Penelitian ini bertujuan menjelaskan fungsi teater sebagai media media hiburan
dan media pendidikan serta pencerahan bagi masyarakat pasca konflik bersenjata dan
bencana tsunami di Aceh. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah; (1)
Mengapa kondisi sosial historis pasca tsunami di Aceh berpengaruh terhadap
penciptaan naskah ATO?., (2) Bagaimana Struktur, Tekstur dan Makna ?Awak Tam
Ong??., (3) Aspek aspek apa saja dalam Pementasan Teater ATO ?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, selanjutnya data dikumpulkan
dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan
selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori; (1) teori struktur tekstur yang
dirumuskan oleh George Kernodle, yakni struktur terdiri dari plot, karakter, dan tema,
serta tekstur terdiri dari dialog, suasana, dan spektakel. (2) semiotika teater yang
dirumuskan oleh Peirce bahwa semiotika didasari pada logika, yakni logika bagaimana
orang bernalar dan menurutnya penalaran dilakukan berdasarkan tanda-tanda karena
tanda-tanda sangat berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya. Selanjutnya
digunakan juga pendapat dari Nur Sahid, bahwa semiotika teater berhadapan dengan
dua materi teks sekaligus, yaitu teks drama (tertulis), dan teks teater (pertunjukan
teater). (3) sosiologi teater yang dirumuskan Fortier, bahwa dalam materialisme Marxis
tradisional, budaya dianggap sebagai superstruktur yang bergantung pada basis sosial
ekonomi. Dasar/model superstruktur cenderung mengarah pada reduksionisme di
mana budaya kurang lebih sepenuhnya ditentukan oleh ekonomi dan seni paling sering
merupakan cerminan langsung dari kondisi ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) naskah ATO adalah garapan teater
rakyat dengan sentuhan teater modern. (2) adanya penawaran wacana memodifikasi
pemulia jamee (memuliakan tamu) yang sesuai dengan perkembangan jaman tanpa
menghilangkan nilai-nilai yang telah ada. (3) adanya usaha saling mempengaruhi
antara kelompok Teater Kosong dengan masyarakat Aceh dalam proses penciptaan
naskah ATO. (4) selain sebagai media hiburan, pementasan ATO juga media efektif
sebagai ruang ekspresi dan komunikasi yang memuat unsur pendidikan (norma,
historis, ekonomi, politik, dan religius), sarana pengembangan diri, pengembangan
kemahiran bersosial dan berbudaya.
Kata kunci: Teater komedi, pendatang, interupsi, improvisasi.