DETAIL DOCUMENT
FILM ANIMASI KOMIK GERAK “JOKO BEREK”
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Sutikno, Sutikno
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2020-10-16 04:03:52 
Abstract :
Intisari Teknologi ibarat dua sisi mata uang dapat berdampak negatif atau sebaliknya digunakan sebagai media informasi untuk dapat mendukung nilai-nilai budaya. Media informasi menampung berbagai media salah satu kemampuan memaparkan audio visual atau Film. Film di sosial media sangat menarik karena masyarakat muda Indonesia umur 10 ? 19 Tahun 80% aktif pengguna internet dan 39% melihat konten film. Sehingga diharapkan peran film di sosmed dapat mendorong memperkenalkan kearifan budaya lokal yang mulai hilang. Salah satu konten lokal Surabaya yang layak diangkat adalah cerita legenda Sawonggaling. Sawonggaling saat masih kecil mempunyai nama Jaka Berek. Cerita Jaka Berek tahun 1960 ? 1990 banyak disadur di pementasan ludruk. Hampir semua grup ludruk pernah mementaskannya. Selain Ludruk cerita Jaka Berek juga disadur di buku komik. Komik terbitan Firma Garuda Surabaja dengan judul Sawonggaling, komik terbitan CV. Piramida Semarang dengan judul Sawonggaling Satria dari Surabaya, dll. Seiring waktu konten lokal tersebut sekarang ini hilang keberadaannya tergeser dengan tayangan ? tayanga film di media sosial. Generasi muda utamanya karena dianggap tidak menarik. Dari Fenomena yang ada teknologi sangat diharapkan dapat mendorong munculnya nilai ? nilai lokal budaya yang hilang di era digital, dengan sudut pandang berbeda dari cerita pendahulunya pengkarya ingin cerita lokal konten Sawonggaling disaat masih kecil bernama Jaka Berek diangkat menjadi film animasi komik gerak menggunakan struktur tiga babak. Kata Kunci: Komik gerak, Sosial media, Sawonggaling, Joko Berek 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta