Abstract :
Intisari
Teknologi ibarat dua sisi mata uang dapat berdampak negatif atau sebaliknya
digunakan sebagai media informasi untuk dapat mendukung nilai-nilai budaya. Media
informasi menampung berbagai media salah satu kemampuan memaparkan audio
visual atau Film.
Film di sosial media sangat menarik karena masyarakat muda Indonesia umur 10
? 19 Tahun 80% aktif pengguna internet dan 39% melihat konten film. Sehingga
diharapkan peran film di sosmed dapat mendorong memperkenalkan kearifan budaya
lokal yang mulai hilang.
Salah satu konten lokal Surabaya yang layak diangkat adalah cerita legenda
Sawonggaling. Sawonggaling saat masih kecil mempunyai nama Jaka Berek. Cerita Jaka
Berek tahun 1960 ? 1990 banyak disadur di pementasan ludruk. Hampir semua grup
ludruk pernah mementaskannya. Selain Ludruk cerita Jaka Berek juga disadur di buku
komik. Komik terbitan Firma Garuda Surabaja dengan judul Sawonggaling, komik
terbitan CV. Piramida Semarang dengan judul Sawonggaling Satria dari Surabaya, dll.
Seiring waktu konten lokal tersebut sekarang ini hilang keberadaannya tergeser dengan
tayangan ? tayanga film di media sosial. Generasi muda utamanya karena dianggap
tidak menarik.
Dari Fenomena yang ada teknologi sangat diharapkan dapat mendorong
munculnya nilai ? nilai lokal budaya yang hilang di era digital, dengan sudut pandang
berbeda dari cerita pendahulunya pengkarya ingin cerita lokal konten Sawonggaling
disaat masih kecil bernama Jaka Berek diangkat menjadi film animasi komik gerak
menggunakan struktur tiga babak.
Kata Kunci: Komik gerak, Sosial media, Sawonggaling, Joko Berek