Abstract :
ABSTRAK
Strategi Komunikasi Pada Visual Brand Kaos Mesem Sithik. Novi Pradhana Putra, 2016. Tesis Program
Pascasarjana penciptaan dan pengkajian Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, pengkajian
seni rupa. Tesis ini membahas tentang strategi visual pada produk cinderamata pariwisata dari
Kabupaten Tulungagung, yaitu Kaos Mesem Sithik. Permasalahan penelitian ini terletak pada
keberadaan kaos Mesem Sithik, konsep branding kaos Mesem Sithik, dan strategi komunikasi pada visal
brand Kaos Mesem Sithik. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, yang berpijak
pada pendekatan ikonografi Erwin Panofsky untuk menganalisis bentuk visual, pesan, dan kesesuaian
antara keduanya pada visual brand kaos Mesem Sithik. Sumber data penelitian diperoleh dari objek
fisik kaos Mesem Sithik, narasumber, pustaka ilmiah, dan dokumen. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, studi pustaka, dan telaah dokumen. Proses analisis data menggunakan interaksi
analisis dan interpretasi analisis. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan keberadaan
kaos Mesem Sithik berawal dari gagasan komunal organisasi Paguyuban Cinta Wisata Tulungagung, yang
kemudian kepengurusan produksi dipindah tangankan kepada perseorangan. Wahyu Cahyo Utomo sebagai
pemilik usaha kaos Mesem Sithik lebih leluasa menuangkan gagasan idiom kebudayaan daerah Kabupaten
Tulungagung ke dalam visual brand produk. Perpindahan kepengurusan kaos Mesem Sithik membawa
perkembangan dari segi konsep branding produk yang mencakup strategi media dan strategi visual.
Desain ilustrasi yang tercetak pada permukaan kaos Mesem Sithik tidak serta merta mengungkap
strategi komunikasi produk. Strategi komunikasi kaos Mesem Sithik didapatkan melalui pendekatan
ikonografi Erwin Panofsky yang menkaji desain ilustrasi dalam tiga lapisan makna, pra-ikonografi,
ikonografi, dan ikonologi. Dari analisis yang dilakukan, strategi komunikasi pada kaos Mesem Sithik
mengedepankan keindahan visual, pemanfaatan teks sebagai penjelas universal, penekanan biaya
produksi, dan kepantasan norma dalam menyampaikan idiom kebudayaan daerah Kabupaten Tulungagung
sebagai brand produk tanpa harus baku mengikuti konsep branding yang telah dirumuskan.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Visual Brand, Kebudayaan
Daerah