Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Nurazhariansyah, Muhammad
Subject
Tari
Datestamp
2020-11-06 02:33:20
Abstract :
Karya tari ini berangkat dari fenomena perjalanan sejarah Kesenian
Joget Dangkong yang memiliki hal penting yaitu tentang keterpaksaan
yang dialami oleh manusia. Manusia yang dituntut untuk menjadi,
melakukan dan menjalankan sesuatu hal yang sesungguhnya tidak ingin
dijalankan, tetapi karena desakan, paksaan, tuntutan dari keadaan atau
kondisi yang mengharuskan manusia melakukannya. Sehingga ketika
menjalankannya akan timbul konflik batin didalam diri manusia itu
sendiri. Konflik batin yang dirasakan berusaha untuk memberontak dan
melawan, tetapi tidak mampu untuk melakukannya. Hingga akhirnya
kesadaran dari diri sendiri yang mampu merubah gejolak batin, menjadi
spirit atau semangat untuk terus maju dan melakukan hal tersebut. Ide
gagasan tersebut diwujudkan dengan menggunakan konsep karya
nonliterer.Proses penciptaan karya tari ini diawali dari tahap persiapan
yaitu: observasi, pemilihan ide gagasan, pemilihan gerak, pemilihan penari,
pemilihan musik, rias busana dan tata cahaya, dan tahap penggarapan,
yaitu improvisasi dan eksplorasi, penyusunan gerak, tahap pemantapan
dan evaluasi.
Karya tari ini, didukung oleh tujuh orang penari yaitu: tiga orang
penari laki-laki dan empat orang penari perempuan. Menggunakan musik
digital tetapi tidak meninggalkan kesan Melayu dengan menggunakan alat
musik gambus, gendang, dan gong. Gerak yang digunakan dalam karya tai
ini, berangkat dari gerak tradisi Melayu seperti langkah zapin dan step joget.
Kata kunci: dangkong, keterpaksaan, semangat.