Abstract :
Tari Beliant Bawo merupakan tari berkelompok terdiri dari lima penari
laki-laki yang sampai pada saat sekarang hidup dan berkembang pada
masyarakat suku Dayak Tonyooi Benuaq di Kecamatan Barong Tongkok
Kabupaten Kutai Barat masyarakat suku Dayak Tonyooi Benuaq mengadakan
ritual Beliant Bawo ketika salah satu warga mengalami sakit yang disebabkan
oleh tengkoah dangan gangguan dari roh jahat dan masyarakat sangat
mempercayai bahwa adanya peran leluhur didalam proses pengobatan dan
yakin bahwa mereka datang untuk membantu. Landasan teori digunakan dari
Suzzane K. Langer dan teori fungsi dari Anthony Shay. Penelitian ini bersifat
kualitatif dengan metode deskriptif analitis yaitu memaparkan hasil
pengamatan secara jelas berdasarkan keadaan sebenarnya. Pendekatan yang
digunakan menggunakan pendekatan etnokoreologi, pendekatan ini
memandang tari sebagai produk budaya etnik non barat maka dalam
pemaparan peneliti berupa foto dan video. Tahap pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Tujuan
penelitian ini mengungkapkan bentuk Tari Ritual Beliant Bawo dalam upacara
pengobatan dan fungsi tari ritual Beliant Bawo bagaimana masyarakat Juhan
Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Tari Ritual Beliant
Bawo disajikan sebagai tari ritual penyembuhan dimana para pemeliant akan
menarikan tarian sambail mengelilingi Balai dengan menghentakan gelang
prunggu dan tarian juga memiliki satu kesatuan dengan musik yang
dimainkan. Pada akhirnya penelitian ini berjudul Fungsi Tari Ritual Beliant
Bawo Di kampung Juhan Asa Kecamatan Barongt Tongkok Kabupaten Kutai
Barat Provinsi Kalimantan Timur.
Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh gambaran mengenai fungsi dan
bentuk sajian tari Beliant Bawo dalam masyarakat Dayak Tonyooi Benuaq
yang ada di Juhan Asa. Tari Beliant Bawo adalah tari penyembuhan upacara
dilaksanakan oleh suku Dayak Tonyooi Benuaq selain medis dan keyakinan
terhadap roh leluhur.
Kata Kunci :Tari Beliant Bawo, Bentuk dan Fungsi.