Abstract :
Tari Sawung Tani adalah tarian yang diciptakan oleh kelompok
Sanggar Seni Kembang Lawu pada tahun 2015. Ide penciptaan tari ini,
terinspirasi dari ritual upacara adat Mondosiyo di Dukuh Pancot, Kecamatan
Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Tari Sawung Tani memiliki 2 kata
yaitu sawung artinya ayam jago dan tani artinya petani, jika digabungkan tari
Sawung Tani memiliki arti gambaran dari upacara adat Mondosiyo.
Perwujudan ayam dan petani merupakan simbol utama dalam upacara adat
Mondosiyo, yang divisualisasikan dalam bentuk properti kepala ayam jago dan
caping.
Kebutuhan informasi tentang tari Sawung Tani merupakan aspek yang
sangat penting untuk upaya pembentukan tari sebagai identitas Kabupaten
Karanganyar. Saat ini belum banyak informasi tentang tari Sawung Tani dan
belum ada informasi secara visual mengenai tari tersebut. Berawal dari
keprihatinan tersebut, pengkarya memvisualisasikan tari Sawung Tani melalui
foto esai dengan bentuk penyajian berupa alur cerita deskriptif dan memakai
Metode EDFAT. Alasan menggunakan metode EDFAT karena metode ini
membantu pengkarya dalam menyusun deskripsi, untuk pilihan
pengelompokan karya agar rangkaian cerita (foto esai) yang berisi argumentasi
pengkarya lebih mudah dipahami orang. Tujuan penciptaan karya ini sebagai
menciptakan karya Foto Esai dengan objek tari Sawung Tani di Desa Ngringo,
Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar untuk upaya membantu tujuan dari
pembentukan tari identitas Kabupaten Karanganyar. Hasil dari penciptaan
karya ini menyajikan foto tentang tari Sawung Tani mulai dari latihan, kostum,
properti tari, make-up, potrait penari hingga pertunjukan tari.
Kata Kunci : Tari, Sawung Tani, Fotografi Esai, Metode EDFAT