Abstract :
Tugas akhir kekaryaan ini bertujuan untuk: (1) membuat eksplorasi desain bentuk
dhapur keris baru, (2) mewujudkan karya keris dengan bentuk dhapur yang
memvisualkan estetika bentuk lidah api berdasarkan desian terpilih yang telah
dirancang. Konsep yang digunakan dalam perwujudan karya keris adalah dengan
tema lidah api. Konsep api sangat berkaitan langsung dengan budaya perkerisan.
Budaya keris dikenal sebagai budaya yang telah diturunkan oleh Sang Hyang
Brahma sebagai cerminan tentang penguasa api. Api dalam kebudayaan
merupakan salah satu bagian dari anasir kehidupan manusia dan merupakan
simbol penggambaran atas nafsu dalam diri manusia. Karya keris yang
memvisualkan keindahan bentuk lidah api ini dibuat sebagai simbol atas
pengembaraan nafsu manusia dalam mencapai tujuan hidup. Proses pembuatan
karya keris menggunakan teknik tempa. Bahan utama yang digunakan adalah besi,
baja dan nikel. Estetika atau keindahan karya keris dapat diuraikan berdasarkan
teori yang dicetuskan oleh Panembahan Hadiwijoyo tentang kriteria kelahiran
sebuah keris yaitu mor-jo-si-ngun. Mor berarti pamor, yang menunjukan atas
keindahan pamor pada bilah keris, jo berarti wojo/baja, yang menunjukan atas
proporsi baja dan kematangan tempa, si berarti wesi/besi yang menunjukan atas
komposisi besi, warna besi dan kematangan tempa, ngun berarti wangun/indah,
yang menunjukan atas kehalusan garap dan keindahan anatomis pada bilah keris.
Keris yang dibuat terdapat 5 karya dengan nama dhapur Bahni Muntab luk-7,
Simpar Dahana luk-5, dan Diptanala luk-3. Setiap karya yang dibuat mengandung
makna sesuai judul dan filosofi api.
Kata kunci: keris, lidah api, estetika