Abstract :
Komposisi ?Mangaji? merupakan bentuk pengkaryaan programa,
yang dilatar belakangi oleh sastra lisan pasambahan Minangkabau
sebagai ide penciptaan karya. Sastra lisan yang merupakan sajian, yang
selalu bersentuhan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau digarap
secara reinterpretasi oleh pengkarya dengan melihat aspek-aspek yang
dimiliki sastra lisan yang mampu menjadi penawaran baru dalam
penggarapan komposisi musik.
Hasil dari pengamatan yang mendalam terhadap sastra lisan
Minangkabau terdapat tiga bentuk yang menjadi aspek dari sastra lisan
pasambahan (1) tiruan atau kiasan sebagai penggambaran (2) tamsil
sebagai bentuk pemahaman sebuah makna (3) kesopanan sebagai
penghargaan terhadap lawan bicara. Setiap makna ini memiliki ciri dan
fungsi masing-masing ketika hadir dalam kandungan sastra lisan
pasambahan.
Penyusunan karya ?Mangaji? menggunakan empat tahapan sampai
karya menjadi rangkaian yang utuh, yaitu,: rangsangan awal, observasi
dan pengumpulan data, eksplorasi, dan terakhir penyusunan hasil dari
ekplorasi sebagai materi komposisi. Proses ekslorasi pada komposisi
terdiri atas dua bentuk, yaitu pencocokan sumber dengan ide garap dan
penyusunan materi dari hasil pencocokan sebelumnya dengan
menggunakan proses musikal. Proses ini meliputi menentukan tema, sub
tema, penentuan aspek komposisi seperti dinamika, pengembangan motif
dan penggarapan rasa pada setiap bagian. Komposisi ?Mangaji?
diharapkan menjadi alternatif, referensi, dan rujukan dalam penggarapan
karya baru dalam ranah akademisi maupun dalam lingkup luas, sebagai
manfaat yang edukatif dalam lingkup penciptaan musik baru.
Kata kunci : Metafora, Reinterpretasi, Makna, Eksplorasi