Abstract :
Skripsi karya seni dengan judulSisiping Tumindak ini merupakan
rekonstruksi dari lakon Brajadhenta Mbalela.Karya ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi pengembangan sanggit terhadap lakon yang sudah
ada.Ngundhuh Wohing Pakarti adalah tema dari sajian ini.Tema ini dipilih
karena makna dari judul tersebut sangat dekat dengan kehidupan setiap
insan. Pokok permasalahan dalam lakon ini adalah:Ketidak terimaan
Brajadhenta terhadap pencalonan Gathutkaca sebagai raja Pringgandani,
karena terdorong perasaan dendam dan iri hati. Seluruh konflik yang
dibangun dalam sajian ini merupakan masalah yang terjadi di dalam
kehidupan nyata sehari-hari, maka sajian ini diharapkan mudah untuk
dihayati.
Metode penciptaan yang digunakan adalah: Orientasi, Observasi, dan
Eksplorasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya inimemiliki
banyak perbedaan bila dibandingkan dengan lakon Brajadhenta Mbalela pada
umumnya. Perbedaan yang utama terletak padapenokohan, dan konsep
garap yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk merelevankan kembali
reinterpretasi lakonbaku yang sudah ada agar tetap relevandengan fenomena
yang terjadi dewasa ini.