Abstract :
Riset ini di latar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap fungsi
dan perkembangan musik genggong dalam tradisi pencak dor di desa
Krenceng Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Fungsi dari kehadiran
musik tersebut dalam tradisi pencak dor juga merubah emosional dari
penonton dan petarung pencak dor. Selain itu perkembangan musik
tersebut merujuk kepada musik Dor yang instrumen musiknya adalah
musik hadrah menjadi musik genggong yang instrumen musiknya adalah
musik gamelan. Yang ingin dijelaskan oleh penulis pada fenomena ini
adalah 1. Bagaimana fungsi musik genggong pada kesenian Pencak Dor di
Blitar Jawa Timur, 2.Bagaimana perkembangan musik genggong pada
kesenian Pencak Dor di Blitar Jawa Timur, 3.Bagaimana Bentuk dan
Struktur musik genggong pada kesenian Pencak Dor di Blitar Jawa Timur.
Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Prosedur dalam penelitian
ini adalah penyusunan desain penelitian, browsing internet, wawancara,
studi dokumen, studi pustaka, dan penulisan laporan penelitian. Untuk
mengungkap permasalahan penelitian ini menggunakan konsep
Physicological Explanation oleh Andrew Neher dan adaptasi inderawi oleh
Kartomi.
Setelah dilakukan analisis dalam riset ini ditemukan beberapa
kesimpulan, 1. Pada pementasan inti tarung bebas, Kelompok Seni Kridho
Budhoyo menggarap musik pencak menjadi pola tabuhan musik genggong
2. Munculnya pola ini di awali oleh keinginan bapak Sudarmaji selaku
ketua Kelompok Seni Kridho Budhoyo 3. Hal tersebut menurut beliau
akan menjadi bentuk baru dalam pertunjukan seni tarung bebas serta
menjadi ciri khas bagi Kelompok Seni Kridho Budhoyo.
Kata kunci ; musik genggong,fungsi,perkembangan,