Abstract :
ABSTRAK
?Estetika Struktur dan Estetika Tekstur Pertunjukan Teater Wayang
Padang Karya Wisran Hadi?, merupakan kajian terhadap teater modern di Sumatra Barat dengan tujuan
memahami konsep seni yang berbasis perpaduan seni tradisi dan modern. Permasalahan yang diangkat
dalam kajian ini adalah; (1) apa struktur dan tekstur teater Wayang Padang karya Wisran Hadi?; (2)
bagaimana estetika struktur dan estetika tekstur teater Wayang Padang karya Wisran Hadi?; (3) makna
dan dampak apa saja yang terkandung dalam teater Wayang Padang?; dan (4) mengapa estetika teater
tradisi menjadi dasar dalam penggarapan teater Wayang Padang karya Wisran Hadi?
Teori dan pendekatan yang digunakan adalah; (1) teori struktur ? tekstur yang dirumuskan oleh
Kernodle yaitu plot, karakter, dan tema (struktur), dialog, suasana, dan spektakel (tekstur); (2)
teori teks ? interteks yang dirumuskan Barthes yaitu hadirnya teks-teks lain dalam jaringan teks
pementasan teater; dan (3) konsep budaya Minangkabau yang dirumuskan oleh Navis dan Grave tentang
budaya Minangkabau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep penciptaan dan permainan dalam struktur dan tekstur
yaitu; 1) pola lingkaran, 2) pola tiga, dan 3) pola dua. Konsep permainan disebut sebagai pamenan
dan menjadi wilayah kerja kreatif Wisran Hadi. Konsep penciptaan mengambil unsur seni tradisional
Minangkabau yaitu randai dan indang, kemudian dipadukan dengan seni tradisi budaya lain, serta
konsep penyutradaraan teater modern Barat. Konsep penciptaan mengarah estetika budaya yaitu
pamenan mato, pamenan kato, dan pamenan raso jo pareso. Basis penciptaan juga pada peristiwa budaya
tentang persoalan kepemilikan harta pusaka di Minangkabau, politik kekuasaan, dan kemiskinan. Makna
dan gagasan terungkap dalam kreativitas, imajinasi, dan ekspresi dengan bentuk pementasan teater
masa kini. Konsep penciptaan dan permainan menjadi rujukan oleh sutradara-sutradara di Sumatera
Barat.
Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah estetika konsep penciptaan yaitu; 1) dialog gaya
lapau (pamenan kato), 2) keindahan visual (pamenan mato), dan 3) perilaku tokoh (pamenan raso jo
pareso), estetika konsep permainan yaitu; 1) pola lingkaran (diambil dari randai), 2) pola tiga
(diambil dari indang), dan 3) pola dua (diambil dari filosofi duduak baparintang, tagak bapamenan).
Keyword: estetika, struktur, tekstur, Wayang Padang, Wisran Hadi