Abstract :
Penelitian ini bertujuan mengungkap permasalahan tentang: 1)
Bagaimana struktur dan tekstur lakon Sabdopalon Dadi Ratu; 2) Bagaimana
bentuk dan dampak konflik yang terjadi dalam lakon Sabdopalon Dadi
Ratu. Lakon Sabdopalon Dadi Ratu memiliki cerita yang unik yaitu satu
konflik utama berupa ketimpangan kebijakan oleh pemimpin, memicu
munculnya berbagai permasalahan lain. Judul penelitian ini adalah
?Analisis Konflik Lakon Sabdopalon Dadi Ratu Pertunjukan Janger
Banyuwangi?.
Kedua permasalahan tersebut dikaji menggunakan teori konflik,
seperti yang dipaparkan oleh Burlian bahwa konflik dapat dipahami
sebagai suatu ?proses sosial? dimana dua orang atau dua kelompok orang
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau
membuatnya tidak bedaya. Konflik yang membangun lakon Sabdopalon
Dadi Ratu adalah : konflik internal (konflik tertutup) ditunjukkan dengan
Sabdopalon merasa tidak nyaman dengan kebijakan Prabu Brawijaya.
Konflik eksternal (konflik terbuka) ditunjukkan dengan terjadinya
perseteruan antara Sabdopalon dengan Prabu Brawijaya.
Dampak konflik dalam lakon Sabdopalon Dadi Ratu antara lain
dampak sosial, dampak budaya, dampak politik, dan perubahan
hubungan antara Brawijaya dengan beberapa tokoh lain. Dampak
perubahan hubungan antar tokoh tersebut antara lain: merenggangnya
hubungan antara Brawijaya dengan Sabdopalon, membaiknya hubungan
Brawijaya dengan Kolo Pragodo, putusnya hubungan Brawijaya dengan
Dewi Waeta dan Dewi Puyengan, serta perginya Taranggono dari
Majapahit. Permasalahan di Majapahit dapat terselesaikan saat Brawijaya
pergi ke Giri Samaran dan meminta maaf pada Kolo Pragodo.
Kata kunci: Konflik, Drama, Sabdopalon