Abstract :
Skripsi karya seni dengan judul Ekalaya Takon Bapa ini merupakan
rekonstruksi dari lakon Palgunadi. Perjuangan seorang anak dalam
mencari jati diri merupakan tema dari sajian ini. Tema ini dipilih karena
dirasa sangat humanis dan relevan di dalam kehidupan. Pokok
permasalahan dalam lakon ini adalah: (1) Ekalaya sebagai anak Pandu
yang terbuang, (2) Ekalaya berfirasat bahwa Nisadha bukanlah tanah
kelahirannya, (3) Ekalaya mendapatkan penolakan ketika datang ke
Astina. Seluruh konflik yang ditampilkan pada sajian ini merupakan
masalah kehidupan yang sangat bisa dirasakan di dalam kehidupan
sehari-hari, maka sajian ini diharapkan mudah untuk dihayati. Metode
penciptaan yang digunakan adalah: Orientasi, Observasi, dan Eksplorasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sajian Ekalaya Takon Bapa
memiliki banyak perbedaan bila dibandingkan dengan lakon Palgunadi
yang sering dipentaskan. Perbedaan ini terletak pada sanggit, pemilihan
karawitan pakeliran, dan konsep yang digunakan. Hal ini dilakukan demi
menciptakan sajian dengan pendekatan humanis dan relevan terhadap
kehidupan.
Kata Kunci : humanis, pencarian jati diri.