Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
SAPUTRI, HERVIRA RIZKYANA
Subject
Batik
Datestamp
2021-01-05 03:13:51
Abstract :
Legenda termasuk warisan turun temurun dari berbagai generasi yang
menceritakan tentang suatu tempat atau daerah yang mengandung nilai dan ajaran
kehidupan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dan banyak kejadian-kejadian
fantastis mengiringi cerita legenda Indonesia. Salah satunya adalah Legenda Rawa
Pening yang berasal dari Kabupaten Semarang. Pada legenda Rawa Pening
terdapat tokoh utama yakni bernama Baruklinting. Baruklinting merupakan
seorang anak berasal dari desa Ngasem, yang merupakan penyebab utama
terjadinya Rawa Pening. Baruklinting merupakan ide dasar penciptaan motif batik
tulis yang diaplikasikan dalam busana kebaya modern. Melalui pemikiran kreatif
dan inovatif, pengkarya mencoba untuk berkreasi atau mengekspresikan diri
dengan menciptakan beberapa karya baru, yaitu dengan menggunakan teknik
batik tulis dan teknik pewarnaan gradasi menggunkan pewarna remasol yang
mempunyai nilai seni tersendiri. Pengkarya juga berinovasi menempelkan batik
tulis pada kebaya yang berbahan broklat, dengan teknik bordir tempel. Metode
yang digunakan adalah metode penciptaan meliputi pradesain, desain, perwujudan
karya, deskripsi dan presentasi, serta menggunakan pendekatan estetika. Hasil
yang dicapai adalah terciptanya motif ular Baruklinting. Karya berjumlah 8 motif
yang terdiri 4 motif ular untuk atasan kebaya dan 4 motif untuk rok kebaya.
Adapun nama motif batik yang diciptakan meliputi: Baruklinting putro Ariwulan
(Baruklinting putra Ariwulan), Tombak kyai Baruklinting, Baruklinting topo jiwo
( Baruklinting mensucikan jiwa), dan Baruklinting murko (Baruklinting marah
besar). Karya disajikan dengan stilasi objek ide yang menarik dengan
mengedepankan komposisi motif dan warna sehingga menghasilkan sebuah karya
seni batik bernilai estetis.
Kata Kunci: Tokoh Baruklinting, Batik, Kebaya Modern