Abstract :
Gunungan gapuran atau kayon lanang merupakan alat peraga yang
digunakan dalam pertunjukan wayang kulit purwa. Ragam hias gunungan
menggambarkan gubahan manusia, gedung, hewan, serta tumbuhan yang
mempunyai makna simbolis, sehingga menarik untuk dijadikan sebagai sumber ide
pembuatan motif batik. Ragam hias yang digubah menjadi motif baru pada batik
tulis, bertujuan untuk membuat karya seni fungsional yaitu kebaya modern. Motif
batik yang diciptakan menjadi rok atau bawahan, karena zaman dahulu batik hanya
dikenakan untuk menutup bagian bawah. Perpaduan batik sebagai rok dengan
warna Soga dan atasan kebaya modern dengan penggunaan warna Pancamaya.
Warna soga yang didapatkan menggunakan bahan pewarna naphtol.
Wayang gunungan, batik, dan kebaya merupakan warisan budaya yang
berkembang dari segi motif, warna, pola, teknik, dan bahan. Penggabungan ketiga
budaya tersebut bertujuan untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas, serta menjaga
agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.
Metode yang digunakan dalam penciptaan karya yaitu dari pengamatan
lapangan, penggalian referensi, pembuatan sket alternatif, perwujudan batik,
perwujudan busana, dan evalusi karya yang akan dilakukan berupa acara fashion
show. Hasil dari proses tersebut yaitu terciptanya busana berjumlah lima karya,
yang memiliki judul serta makna simbolis pada setiap karya. Penciptaan kebaya
dengan bawahan motif batik dari pecahan ragam hias gunungan ini bersifat baru.
Urutan karya disesuaikan dengan urutan ragam hias gunungan dari bawah hingga
atas, menggambarkan perjalanan manusia dari dunia bawah hingga dunia atas.
Harapan penulis dengan menciptakan karya ini yaitu agar digunakan
sebagai referensi visual bagi masyarakat dalam rangka untuk mengembangka n
batik sebagai busana yang bersumber dari nilai- nilai kearifan lokal.
Kata Kunci: Gunungan gapuran, Batik, dan Kebaya.