Abstract :
ABSTRAK
POTENSI ANGGOTA PADUAN SUARA DALAM MENGHASILKAN
HARMONI VOKAL SECARA ALAMI
( STUDI KASUS MUSIK GEREJA
DI GPIB JEMAAT PENABUR SURAKARTA)
Agus Budi Handoko
Penelitian berjudul ?Potensi Anggota Paduan Suara dalam
Menghasilkan Harmoni Vokal Secara Alami (Studi Kasus Musik
Gereja di GPIB Jemaat Penabur Surakarta)? ini berusaha menggali
dan menganalisis potensi yang dimiliki oleh anggota paduan suara
dalam membuat harmoni vokal secara alami di gereja, yaitu:
harmoni yang munculnya tidak bersumber atau tidak
menggunakan konsep teori harmoni musik barat. Untuk
menjawab permasalahan tersebut maka peneliti membuat
beberapa pertanyaan dalam rumusan masalah yang berkaitan
dengan: 1. Terbangunnya kemampuan menghasilkan harmoni
vokal alami. 2. Hasil harmoni vokal alami. 3. Manfaat potensi
musikal tersebut dalam kehidupan mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Konsep
yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan: 1.
Konsep fenomenologi untuk menghasilkan data-data mengenai
munculnya potensi membuat harmoni vokal secara alami. 2.
Konsep etnografi untuk menghasilkan data-data berkaitan dengan
kebudayaan bernyanyi. 3. Konsep yang digunakan untuk
menganalis harmoni vokal alami menggunakan teori harmoni.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah: 1. Terbangunnya
potensi menghasilkan harmoni vokal alami dipicu oleh dua hal
yaitu: latar belakang gereja, dan latar belakang budaya mereka. 2.
Wujud harmoni alami ketika dibandingan dengan harmoni
konvensional secara umum hampir sama, tetapi apabila dicermati
lebih mendalam maka akan terdapat perbedaan di antara
keduanya, yaitu: proses, karakter penyusunan setiap jenis suara,
dan bentuk penyajian. 3. Potensi mereka dapat digunakan sebagai
alat memuji Tuhan, mendukung pelaksanaan ibadah, dan
membawa hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.
Anggota jemaat gereja yang memiliki potensi menghasilkan
harmoni vokal alami semacam ini hendaknya terus dapat dengan
semangat menggunakan talenta berharga yang Tuhan sudah
berikan untuk mendukung pelayanan yang ada, baik itu dalam
kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.