Abstract :
Ulasan Karya
Bleketepan merupakan kata serapan yang penulis ambil
dari kata bleketepe, yaitu anyaman daun kelapa (janur) sebagai
tarub pada gerbang rumah. Pemasangan tarub bermakna
sebagai tanda resmi bahwa aka nada hajatan mantu di rumah
yang bersangkutan. Tata cara pemasangan tarub adalah sang
ayah menaiki tangga, sementara ibu memegangi tangga sambil
memberikan bleketepe. Tata cara ini sebagai perlambang gotong
royong orang tua yang mengayomi keluarga. Kata sederhana
tetapi memiliki makna filosofis, membuat penulis tertarik untuk
menjadikan bleketepe dalam pembuatan karya ini karena penulis
ingin membuat simbol baru tentang makna bleketepe
berdasarkan peristiwa yang dialami penulis.
Hajatan dalam pernikahan yang pada umumnya
merupakan acara yang dibuat megah sebagai bukti kebahagiaan
pengantin. Tatanan tarub yang gebyar dan mewah, tamu-tamu
berdatangan, sanak keluarga dan sahabat berkumpul, ikut
merayakan pernikahan. hal tersebut meruapakan impian yang
wajar bagi seorang calon pengantin, khususnya bagi pengantin
wanita. Namun, dalam hal ini penulis menanggapi dengan sedikit
berbeda. Penulis membuat busana dengan bentuk anyaman di
bagian dada dengan tali-tali menggantung pada sisi depan dan belakang, sebagai simbol hajatan pada saat pernikahan penulis.
Anyaman tersebut menggunakan bahan kulit sintetis berwarna
coklat tua dan ada sedikit di sisipkan warna coklat muda. Coklat
tua sebagai simbol kesedihan dan kesepian, sedangkan coklat
muda sebagai simbol ketenangan. Ada beberapa manik-manik
mutiara yang terpasang berselang-seling di antara tali-tali depan
sebagai simbol kebahagian yang hadir di tengan-tengah
kesedihan. Penulis meletakkan anyaman berwarna coklat muda
di bagian belakang sebagai simbol masih ada ketenangan yang
mencoba hadir meski tidak terlalu nampak.
Karya ?Bleketepan? bermaksud sebagai ungkapan bahwa
kita sebagai seorang perempuan yang sedang dalam kondisi
sangat sedih, hendaklah kita jangan memperlihatkan kesedihan
itu secara terbuka, kita harus tetap menjaga orang-orang di
sekitar yang menyayangi kita dengan tetap ikut berbahagia.
Kesedihan itu kita simpan dalam hati kita ungkapkan dalam hal
yang lebih positif.