Abstract :
Skripsi ini bertuiuan untuk mengetahui unsur-unsur Jaipongan dalam kesenian Campur Sari terutama kesenian Campur Sari "Antha Kusuma", selain itu untuk mengetahui pengaruhnya
terhadap penampilan para penari latar yang mengiringi dan penampilan penyanyi
Campur Sari, pengaruhnya terhadap pengrawit serta terhadap masyarakat yang menikmatinya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu salah satu cara memecahkan permasalahan dan memaparkan keadaan obyek yang diteliti berdasarkanfakta dan analisis sesuai interpretasi penulis dan nara sumber mengenai unsur-unsur Jaipongan dan pengaruhnya dalam kesenian campur Sari "Antha Kusuma". Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka serta pengambilan gambar, melalui teknik untuk mengungkapkan unsur-unsur, Jaipongan dan pengaruhnya dalam kesenian
Campur Sari. Jaipongan adalah sebuahkesenian yang diciptakan oleh Gugum Gumbira
Tira Sondjaya,seniman yang berasal dari Jawa Barat. Awal mulanya Jaipongan
karena adanya pro dan kontra dalam tari Ketuk Tilu yang dianggap sebagai tarian
yang kurang terhormat di mata masyarakat karena adanya penampilan penari
ronggeng yang diidentikkan dengan setengah pelacur.Kemudian Gugum berusaha
mengubah citra Ketuk Tilu dan mengangkat kepermukaan dengan menciptakan
tarian baru dan memasukkan unsur-unsur gerak dari tari tayub, pencak, topeng
banjet,bajidoran serta gerak improvisasi terutama gerak kaki. Awal kemunculan
tari ini dinamakan Ketuk Tilu Perkembangan yang kernudian sekitar tahun 1978
berubah nama menjadi Jaipongan. Kesenian Jaipongan berpengaruh pada seni-seni yang lain, antara lain terhadap kesenian Campur sari terutama kesenian Campur Sari "Antha Kusuma". unsur-unsur Jaipongan yang terdapat dalam kesenian Campur Sari "Antha
Kusuma" adalah gerak dan musik (kendang). Gerak Jaipongan yang sering
digunakan dalam campur Sari "Antha Kusuma" adalah selut, obah tak-tak
mincid (kewer), geol (goyang pinggul). Unsur musik juga berpengaruh terhadap
kesenian Campur Sari terutama musik (kendang) yang berasal dari bunyi tepakan
kendang Sunda. Unsur-unsur Jaipongan dalam campur Sari "Antha Kusuma"
berpengaruh terhadap penampilan penyanyi Campur Sari, penampilan penari latar,
pengrawit pemusiknya serta terhadap masyarakat yang menikmatinya.