Abstract :
ABSTRAK
Bimo Kuncoro, 2016. ?LAKON WAHYU EKA BAWANA SAJIAN
KI SRI SUSILO THENGKLENG DI SANGIRAN: KAJIAN
MITOLOGI?. Tesis
Penelitian tentang mitologi dalam lakon Wahyu Eka Bawana
ini bertujuan (1) Mencari tahu pandangan masyarakat Sangiran
terhadap lakon Wahyu Eka Bawana dalam pertunjukan wayang
kulit purwa. (2) Menganalisis struktur dramatik lakon Wahyu Eka
Bawana sajian Ki Sri Susilo Thengkleng, dan (3) Menggali dan
menjelaskan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam lakon
Wahyu Eka Bawana. Pengumpulan data diperoleh melalui
observasi, studi pustaka, dan wawancara. Dalam penelitian ini
digunakan analisis teori mitologi, struktur dramatik, dan nilainilai
dengan menggunakan metode deskriptif analitif.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) Wahyu Eka
Bawana sajian Ki Sri Susilo Thengkleng merupakan lakon wahyu
yang sering dipentaskan oleh masyarakat Sangiran dalam
pertunjukan wayang kulit, bahkan mitologi lakon Wahyu Eka
Bawana, dalang Ki Sri Susilo Thengkleng, dan tokoh Puntadewa
diyakini oleh masyarakat Sangiran akan membawa dampak positif
yakni berkah kemuliaan dan kebahagiaan. (2) Struktur dramatik
lakon Wahyu Eka Bawana membahas berbagai aspek meliputi,
ringkasan cerita, balungan lakon, dan unsur-unsur dramatik
(catur, karawitan pakeliran, dan sabet) yang disajikan dalam tiga
bagian, yakni pathet nem, pathet sanga, dan pathet manyura. (3)
Nilai-nilai yang terkandung dalam lakon Wahyu Eka Bawana
sajian Ki Sri Susilo Thengkleng adalah nilai kerja keras, kejujuran,
toleransi, teladan, religius, dan amanah.
Kata kunci: Mitologi, struktur dramatik, nilai-nilai, Wahyu Eka
Bawana