Abstract :
Abstrak
Skripsi membahas tentang perubahan garap gending kuda lumping Tri
Rekso Budoyo. Kuda lumping mengalami perubahan menggunakan gending
sendiri dengan tujuan mendapatkan kepopuleran dan ciri khas kuda
lumping. Permasalahan yang ingin di jawab pada penelitian ini adalah, (1)
Bagaimana bentuk dan garap gending kuda lumping Tri Rekso Budoyo, (2)
Mengapa garap gending kuda lumping Tri Rekso Budoyo mengalami
perubahan.
Konsep garap Rahayu Supanggah digunakan untuk mengupas
permasalahan yang terkait dengan garap. Dengan dasar konsep tersebut,
garap gending kuda lumping dapat dibagi berdasarkan unsur-unsur garap
didalamnya yang meliputi (1) materi garap, (2) penggarap, (3) sarana garap,
(4) perabot atau piranti garap, (5) penentu garap, dan (6) pertimbangan
garap. Sedangkan untuk mengupas perubahan dalam kesenian kuda
lumping Tri Rekso Budoyo peneliti menggunakan teori Sartono Kartodirjo
untuk membahas periodesasi masa kepemimpinan yang ada pada kesenian
kuda lumping Tri Rekso Budoyo.
Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode
penelitian kualitatif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk
memahami dan membahas permasalahan yang terdapat pada objek
penelitian yaitu penggumpulan data (wawancara, observasi, studi pustaka),
analisis data, dan penyusunan laporan berupa skripsi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa gending-gending yang digunakan dalam pertunjukan
kuda lumping saat ini mengalami perubahan. Perubahan garap gending
kesenian kuda lumping Tri Rekso Budoyo terjadi secara kronologis , yakni
melalui beberapa tahapan masa atau waktu. Masa kepemimpinan
Wardoyo(1973-1995), masa kepemimpinan Andanani(1996-2009), dan masa
kepemimpinan Eko Subagiono(2010-2021). Perubahan garap gending terjadi
karena adanya beberapa faktor yang memengaruhi perubahan baik berupa
faktor dari dalam(internal) dan faktor dari luar(eksternal).