Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Octari, Restu Wulan Sindi
Subject
Tari
Datestamp
2022-06-27 07:13:35
Abstract :
TARI DAYAKAN KEMASAN PARIWISATA PAGUYUBAN TOPENG
KAWEDAR DI DESA TUKSONGO KECAMATAN BOROBUDUR
KABUPATEN MAGELANG. (Restu Wulan Sindi Octari. 2020) Skripsi Program Studi S-1 Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Tari Dayakan adalah tari rakyat yang bersifat komunal, tumbuh dan berkembang di desa Tuksongo sejak tahun 1930 hingga masih hidup sampai sekarang dan mengalami beberapa kali reorganisasi. Tari yang berada di desa pariwisata Borobudur membuat pengelola tempat pariwisata Balkondes (Balai Ekonomi Desa) Tuksongo bersama Paguyuban Topeng Kawedar mengemas tari tersebut sebagai kemasan pariwisata. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk petunjukan Tari Dayakan kemasan
wisata dan bagaimana pengelolaan Tari Dayakan untuk keperluan pariwisata.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis dan tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka.
Pembahasan tentang kedua permasalahan tersebut digunakan teori dari
Soedarsono mengenai bentuk kemasan wisata yaitu 1) Bentuk mini atau singkat
dengan aslinya, 2) Bentuk Tiruan, 3) Penuh variasi, 4) Tidak Sakral, 5) Murah
harganya dan juga pendeskripsian tentang pengemasan Tari Dayakan, struktur
pertunjukan, garap gerak, musik, kostum, pementasan dan pola lantai.
Kemasan pariwisata penelitian yaitu bahwa kreator, aktor dan aktivator Tari
Dayakan Tuksongo kemasan wisata adalah para petani desa.
Tari Dayakan untuk keperluan pariwisata bagi seniman di Desa Tuksongo tidak mencari keuntungan secara finansial melainkan sebagai bentuk
kebersamaan. Hal ini dikarenakan kesenian tersebut tumbuh dan hidup di
lingkungan masyarakat petani dan mereka memilih penghasilan yang memadai
sebagai petani penghasil tembakau.