DETAIL DOCUMENT
SEREMONIALISME TARI BEDHAYA TUNGGAL JIWA PADA UPACARA GREBEG BESAR DI KABUPATEN DEMAK
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Dewi, Indriana Arninda
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2022-06-30 01:25:51 
Abstract :
INTISARI Penelitian yang berjudul Seremonialisme Tari Bedhaya Tunggal Jiwa pada Upacara Grebeg Besar di Kabupaten Demak ini merupakan usaha menelusuri dan mengungkapkan persoalan tari sebagai perangkat upacara tradisi. Faktor apa saja yang mendasari tari Bedhaya Tunggal Jiwa memiliki posisi penting dalam upacara Grebeg Besar di Kabupaten Demak, bagaimana dampak hadirnya tari Bedhaya Tunggal Jiwa terhadap lapisan masyarakat di Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnokoreologi. Penelitian ini menggunakan beberapa kerangka konseptual dan teori. Di antaranya teori milik Marco De Marinis dalam buku semiotic of performance, konsep joget mataram milik KPH Brongtodiningrat, konsep bentuk milik suzzane K Langer dengan menguraikan elemen-elemen koreografi mengenai penari, gerak tari, pola lantai, musik tari, tata rias dan busana, properti tari, waktu dan tempat pertunjukan kemudian yang diperjelas dengan teori effort shape milik Laban serta konsep Geertz mengenai seremonialisme. Teknik analisis data menggunakan tujuh langkah penelitian milik Gertrude Kurath yaitu penelitian lapangan, laboratory studi, memberi penjelasan mengenai gaya tari dan ragamnya, graphic presentation, pemetaan data tari, membuat sintesis dan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan salah satu prosesi dalam upacara Grebeg Besar di Kabupaten Demak yang tertulis dalam Surat Keputusan Bupati, sehingga tari tersebut melekat pada rangkaian upacara Grebeg Besar. Adanya strategi seni, inovasi, kreasi dan pelestari, membentuk sebuah pertunjukan yang menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Demak. Selain itu bentuk sajian tari tersebut memiliki pesan serta makna yang dapat diidentifikasi melalui elemen koreografi. Hadirnya tari Bedhaya Tunggal Jiwa dalam upacara Grebeg hampir 30 tahun memberi dampak terhadap spiritual, ekonomi, sosial masyarakat setempat. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta