DETAIL DOCUMENT
GORGA BATAK TOBA DI KABUPATEN SAMOSIR: Kontinuitas dan Perubahan Bentuk dan Fungsi
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
ANDRIYANTI, SOFI
Subject
Seni Rupa Murni 
Datestamp
2022-07-07 03:13:18 
Abstract :
Tesis berjudul ?Gorga Batak Toba di kabupaten Samosir: Kontinuitas dan Perubahan Bentuk dan Fungsi? ini dilakukan untuk menganalisis keberlangsungan dan perubahan bentuk dan fungsinya, serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Untuk itu pembicarannya difokuskan pada tiga hal utama, yaitu: bagaimana bentuk dan fungsi gorga tradisional pada rumah adat Batak Toba sebelum tahun 1970-an; bagaimana perkembangan bentuk dan fungsi gorga ?baru? pada bangunanbangunan modern yang berkembang sejak tahun 1970-an sampai sekarang; dan mengapa terjadi kontinuitas dan perubahan bentuk dan fungsi gorga. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan sejarah dan melibatkan ilmu-ilmu bantu estetika Nusantara, sosiologi, politik, ekonomi, dan antropologi untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penyebab terjadinya perubahan bentuk dan fungsi pada gorga. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumen, observasi, dan wawancara, dengan memerankan peneliti sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberlangsungan hidup gorga pada masyarakat Batak Toba dapat digambarkan secara sederhana, yaitu dari ada menjadi tiada, dan dari tiada bangkit lagi menjadi ada, tetapi dalam bentuk dan fungsi yang ?baru?. Berdasarkan analisis terhadap data lapangan, kepustakaan, dan dokumentasi, disimpulkan bahwa perubahan bentuk dan fungsi gorga dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal, bahwa perubahan gorga terjadi karena pola berpikir masyarakat Batak Toba pada umumnya berubah, demikian juga pola berpikir dari institusi adat, tetua utama, pande dorpi, dan masyarakat Batak Toba. Perubahan pola berpikir mereka ini berimplikasi pada keinginan untuk mengubah bentuk dan fungsi gorga sesuai dengan perkembangan dan jiwa zaman. Faktor eksternal, bahwa perubahan gorga terjadi juga karena dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, pengaruh agama Katolik, pengaruh politik, pengaruh sosial, dan pengaruh ekonomi. Kata Kunci: Gorga, Kontinuitas dan perubahan bentuk dan fungsi, Masyarakat Batak Toba. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta