Abstract :
Tari Tradisi Gaya Surakarta Putri (Pasihan / Wireng / Pethilan /
Srimpi / Gambyong). Anik Ningsih (2016, Penyajian S-1 Jurusan Tari
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta). 79
halaman.
Kertas kerja ini disusun untuk menjelaskan tentang proses kerja
ujian Tugas Akhir yang harus ditempuh oleh Mahasiswa Jurusan Tari ISI
Surakarta, guna menyelesaikan Program Studi S-1 secara bertahap. Tahap
pertama ujian kelayakan Jurusan, tahap kedua ujian Penentuan Akademik
dan tahap ketiga ujian Tugas Akhir, selanjutnya tahap akhir yaitu ujian
Pendadaran. Kertas kerja ini berisi tentang deskripsi Tugas Akhir yang
meliputi keterangan tari, tafsir garap, tafsir isi, proses pencapaian kualitas,
rias busana dan sumber yang digunakan meliputi buku atau tulisan,
audio visual, narasumber serta notasi. Untuk mencapai kualitas sajian tari
tersebut, penyaji melakukan beberapa proses latihan, diantaranya latihan
mandiri, latihan dengan pendukung tari, dan latihan dengan
pembimbing.
Seorang penari yang baik dan professional harus memiliki bekal dan
kemampuan kepenarian diantaranya, kepekaan, keterlatihan dan
kesadaran untuk terus berlatih. Selain hal-hal diatas penyaji juga mencoba
memahami dan menerapkan konsep-konsep yang menyertai perjalanan
tari tradisi Surakarta. Ujian Tugas Akhir jalur kepenarian diwajibkan
menguasai sepuluh materi tari gaya Surakarta yang dipilih berdasarkan
pertimbangan dan penyesuaian karakter penyaji. Adapun materi yang
penyaji pilih adalah : 1. Tari Srimpi Jayaningsih, 2. Tari Srimpi
Ludiromadu, 3. Tari Srimpi Sangupati, 4. Tari Lambangsih, 5. Tari Langen
Asmara, 6. Tari Priambadha Mustakaweni, 7. Tari Driasmara, 8, Tari
Srikandhi Cakil, 9. Tari Srikandhi Bhisma, 10. Tari Gambyong
Gambirsawit.
Proses Ujian Tugas Akhir yang penyaji lakukan melalui beberapa
tahap yaitu persiapan teknis, pendalaman, pengembangan wawasan dan
Ujian Penentuan. Tahap Ujian Penentuan Akademik, penyaji diwajibkan
menyajikan dua repertoar tari melalui undian dari lima materi terpilih.
Tahap Ujian Tugas Akhir diundi satu repertoar tari dari ketiga materi
yang terpilih. Setelah menyajikan satu repertoar tari, penyaji wajib
mempertanggung jawabkan sajiannya dihadapan dewan penguji yaitu
dalam tahap ujian pendadaran.
Key words :Proses, Kepenarian, Tari putri gaya Surakarta