Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Mustamin, Rachmat Hidayat
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni
Datestamp
2022-07-08 01:19:09
Abstract :
ABSTRAK
Tesis karya seni berjudul ?Waliala?, merupakan hasil adaptasi dari
salah satu episode dalam naskah Bugis I Lagaligo. I Lagaligo atau disebut
juga Sureq Galigo merupakan sebuah epik mitos penciptaan manusia pertama
di bumi dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan yang ditulis antara abad
ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno, ditulis dalam Lontara
kuno Bugis. Di dalam salah satu penggalan episodenya, Sawerigading pergi
ke alam arwah untuk menjemput tunangannya, Welle Ricina, yang telah
meninggal. ?Waliala? ialah istilah yang digunakan untuk menyebut alam
arwah. ?Waliala? merupakan ruang antara dunia tengah (Ale Lino) dan
dunia bawah (Peretiwi). Penciptaan karya film ?Waliala? bertujuan untuk
mengenalkan konsep ?Waliala? kepada masyarakat umum, serta
menginterpretasi sejauh mana visualisasi alam arwah ke dalam film. Film
?Waliala? diharapkan menjadi acuan untuk menyebarkan nilai-nilai dari
masyarakat Bugis. Film ?Waliala? direalisasikan ke dalam bentuk film
pendek fiksi performatif dengan mengadopsi metode oleh Alma M. Hawkins
(1991) yakni eksplorasi, improvisasi dan pembentukan (forming). Film pendek
?Waliala? menggabungkan bentuk narasi film dengan performance art, sebuah
genre seni yang telah berkembang di Indonesia sejak tahun 1970an. Esensi
perjalanan menuju alam arwah ini diinterpretasi ke dalam film sebagai
bentuk inisiatif pelestarian narasi lokal untuk menunjukkan identitas sebagai
sebuah bangsa.