Abstract :
ABSTRAK
Sendang Sumala merupakan sebuah karya yang menceritakan
tentang pola perilaku manusia. Dikemas dalam cerita pewayangan cerita
cupu manik astagina serta fenomena masyarakat tentang keserakahan.
Pola garap yang digunakan adalah pola garap cerita berbingkai. Yaitu
bentuk garap cerita pewayangan dan cerita masyarakat yang dikemas
dalam bentuk ketoprak. Gerapan karya ini terlihat menonjolkan
ketubuhan pendukung dan pengkarya dalam teknik olah vokal ,teater dan
tari. Permasalahan dalam penelitian ini adalaah bagaimana ketubuhan
karyono dan bentuk garap ketubuhan karyono pada karya Sendang
Sumala .
Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan ketubuhan karyono serta
bentuk garap Sendang Sumala. Konsep yang digunakan untuk
menganalisis ketubuhan Karyono pada karya Sendang Sumala ialah
konsep Lono Simatupang tentang Embodiment/ ketubuhan dinyatakan
bahwa pengalaman manusia yang dalam media tubuhnya melalui ruang,
waktu, benda, getaran, suara, cahaya, aroma serta lingkungan sosial.
mengungkap tentang bentuk garap digunakan teori Rahayu Supanggah
tentang proses garap yang terdiri dari penggarap, materi garap, sarana
garap, penentu garap, pertimbangan garap.
Metode yang diggunkan metode kualitatif dengan pendekatan
etnokoreologi. Hasil penelitian menunjukan secara ketubuhan dan bentuk
garap terlihat dalam pribadi karyono. Simpulan dalam penelitian ini
adalah ketubuhan dan bentuk garap karya sendang sumala memberikan
warna dalam karya sendang sumala sebagai bentuk garap cerita
berbingkai.