Abstract :
ABSTRAK
Helvana Dewi Yulian. 14148143. Strategi Tim Kreatif Program OPINI
Kompas TV dalam Mempertahankan Tema Perempuan. Skripsi S-1
Program Studi Televisi dan Film, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni
Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Dibawah
bimbingan Citra Dewi Utami, S.Sn., M.A.
Penelitian pada ranah televisi sebagai institusi ini menempatkan sistem kerja
tim kreatif pada program OPINI Kompas TV sebagai objek kajiannya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui strategi tim kreatif dalam mempertahankan tema
perempuan. Metode observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi menjadi
bagian dalam teknik pengumpulan data. Proses analisis data dilakukan melalui
tahapan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam teori strategi program oleh
Morissan digunakan untuk membedah sistem kerja tim kreatif. Tahap
praproduksi, produksi, dan pascaproduksi diamati sebagai kesatuan dalam
rangkaian alur kerja tim kreatif. Tema stereotip kecantikan, kesetaraan gender dan
kekerasan seksual menjadi tema yang terus dipertahankan. Hasil penelitian ini
bahwa program OPINI Kompas TV menunjukkan bahwa tim kreatif harus
berstrategi agar performa program tetap baik. 1) strategi pada alur kerja yaitu, a)
komunikasi yang baik antar tim; b) melibatkan pembawa acara dalam menerapkan
strategi dengan cara improvisasi; c) memilih narasumber yang komunikatif dan
interaktif. 2) Strategi mempertahankan tema perempuan yaitu, a) Pengayaan
aktivitas dalam episode; b) menggunakan gimmick yang sesuai dengan hasil riset
seperti permainan, tantangan dan praktik; c) memilih materi pendukung yang
sesuai dengan pembahasan; d) tema stereotip kecantikan membahas tentang hal
yang mendukung perempuan untuk terlihat cantik; e) tema kesetaraan gender
membahas tentang perempuan yang mempunyai hobi atau pekerjaan maskulin; f)
tema kekerasan seksual yang membahas tentang pelecehan seksual di berbagai
bidang.
Kata kunci : strategi program, tim kreatif, tema perempuan, OPINI