Abstract :
Tari Janggrung Sukowati merupakan karya kreasi baru yang diciptakan oleh
Heru Agus Santoso pada tahun 1994 dengan tema tari pergaulan, tari ini
berpijak pada tari Orek-orek Sragenan dengan penambahan pada bagian
depan dan belakang.
Pada tari Janggrung Sukowati terdapat garap yang tidak terlepas dari
penyusunnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses
kreatifnya? Dan bagaimana bentuk sajian tari Janggrung Sukowati?. Untuk
menjawab Proses kreatif sang penyusun menggunakan konsep Rhodes yang
dikutip S.C Utami Munandar yang meliputi Pribadi (Person), Pendorong
(press atau promotor), Proses (process), dan produk (product). Konsep yang
digunakan untuk menganalisis Bentuk Janggrung Sukowati menggunakan
konsep atau pemikiran Soedarsono yang meliputi unsur-unsur yang saling
berkaitan antaranya yaitu: gerak, pola lantai, iringan, rias dan busana,
properti, tempat dan waktu pertunjukan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara Proses kreatif penyusunan tari
Janggrung Sukowati meliputi beberapa tahap yang dilalui dengan beberapa
penjelasan melalui kepribadian atau latar belakang Heru Agus santoso,
pengalaman serta pendidikan dan juga pendorong munculnya ide atau
gagasan untuk menyusun tari Janggrung Sukowati.
Selain itu dari segi bentuk tari Janggrung Sukowati termasuk tari kreasi baru
yang digarap meliputi gerak, pola lantai, iringan, rias dan busana, properti,
tempat dan waktu pertunjukan. Simpulan pada penelitian ini menunjukkan
bahwa tari Janggrung Sukowati merupakan tari kreasi baru yang berpijak
dari tari Rakyat yaitu Orek-orek Sragenan