DETAIL DOCUMENT
BENTUK DAN FUNGSI TARI DAMES DI DESA MUNJUL KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Ringgo, Ayi Nur
Subject
Tari 
Datestamp
2022-08-22 09:08:29 
Abstract :
Tari Dames adalah tari tradisi rakyat di Desa Munjul. Tari Dames belum diketahui siapa penciptanya kemudian digarap oleh Sri Pamekas dan direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Tari Dames menarik karena garap gerak didominasi oleh gerak bahu dan dada. Hal tersebut menjadikan masyarakat mengenal kata Dames diakronimkan menjadi dada dan lemes. Penelitian ini menggunakan landasan teori bentuk oleh Sri Rochana Widyastutieningrum serta teori fungsi oleh teori fungsi menurut Anya Peterson Royce yang diterjemahkan oleh F.X Widaryanto. Metode yang digunakan pada riset ini adalah dekriptif interpretatif. Dalam penelitian ini dilihat sebuah fakta sebagai sesuatu hal yang menarik untuk dipahami lebih lanjut kemudian di deskripsikan menurut pandangan terhadap objek penelitian, guna memecahkan masalah yang ada tahap yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari riset yang dilakukan dapat diperoleh gambaran informasi yang berkaitan dengan bentuk dan fungsi tari Dames yang masih hidup sampai saat ini. Bentuk tari Dames memiliki beberapa elemen yang saling berkaitan yakni gerak, tata musik atau karawitan tari, tata rias dan busana, properti, penari, pola lantai serta tempat pementasan. Ciri bentuk fisik pada tari Dames yakni penggambaran seorang perempuan melalui gerak yang sigrak dan dinamis. Selain itu, tari Dames memiliki ciri khas penggunaan kacamata sebagai properti yang melekat dengan busana. Fungsi yang berpengaruh terhadap masyarakat yakni tari sebagai hiburan sosial atau kegiatan rekreasional dan tari sebagai saluran maupun pelepasan kejiwaan. Selain itu, tari Dames juga dapat dijadikan cerminan nilai estetik atau sebuah kegiatan estetik. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta