Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Putri, Handika May Candra
Subject
Tari
Datestamp
2022-08-23 02:29:37
Abstract :
Tari Bun Ya Ho merupakan salah satu tarian yang berperan penting dalam rangkaian upacara Apitan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Masyarakat Desa Megawon menganggap bahwa tari Bun Ya Ho tersebut mampu mempengaruhi masyarakatnya dalam hal yang lebih baik.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk upacara Apitan, bentuk tari Bun Ya Ho dan peran tari Bun Ya Ho dalam upacara Apitan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis memaparkan hasil pengamatan melalui observasi secara langsung. Pembahasan mengenai bentuk tari Bun Ya Ho menggunakan teori dari Suzanne K. Langer meliputi: penari, gerak tari, pola lantai, rias dan busana, musik tari, properti, serta waktu dan tempat pertunjukkan. Pembahasan mengenai peran tari Bun Ya Ho dalam upacara Apitan menggunkan teori Soerjono Soekanto yaitu, peran adalah hal yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan atau menunjang usaha dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan atau diukur sesuai dengan apa yang diharapkan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk tari Bun Ya Ho yang sederhana, terdapat unsur religi di dalamnya yang menjadikan tari tersebut berperan penting dalam penyelenggaraan upacara Apitan maupun dalam masyarakat. Selain itu juga terdapat beberapa aspek meliputi nilai religi, estetika, dan etika dalam tarian tersebut.