DETAIL DOCUMENT
BENTUK TARI MALOKA SARAGA KARYA IKA FEBRIANI LAKSANANINGTYAS
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Timesa, Kornelisa Eka
Subject
Tari 
Datestamp
2022-08-23 04:30:15 
Abstract :
Penelitian ini berfokus pada bentuk tari dan proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas dalam menciptakan karya tari Maloka Saraga. Tari Maloka Saraga merupakan tari kelompok, yang ditarikan oleh delapan orang penari perempuan. Penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk pada tari Maloka Saraga karya Ika Febriani Laksananingtyas dan proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan pendekatan intersubjektif, teknik pengumpulan data penulis mengunakan tahap observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Untuk menganalisis bentuk Tari Maloka Saraga, peneliti menggunakan konsep dari Sumandyo Hadi yang didalamnya mengungkap aspek-aspek dasar koreografi kelompok (2003) meliputi (1) diskripsi tari; (2) judul tari; (3) tema tari; (4) gerak tari yang terdiri darimotif gerak, gerak repetisi atau pengulangan, dan gerak perpindahan; (5) musik tari; (6) mode atau cara penyajian; (7) penari; (8) tata cahaya; (9) rias dan kostum tari; (10) properti dan perlengkapan. Untuk mengungkap proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas yaitu menggunakan teori dari Rhodes yang dikutip oleh Utami Munandar dalam bukunya Kreativitas dan Keberbakatan yang di dalamnnya terdapat empat unsur yaitu person, press, proscess, dan product. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tari Maloka Saraga merupakan hasil kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Bentuk koreografi tari Maloka Saraga tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, rias dan busana, musik, dan tata visual. Proses kreativitas tari Maloka Saraga ini didukung oleh kemampuan kesenimanannya yang memiliki bakat seni, pengalaman dalam berkesenian, kepekaan estetik, kemantapan profesi, dan produktif. Tari ini bertemakan Tridatu yang merupakan lambang kesucian Tuhan yang dilambangkan dengan warna merah, hitam, dan putih. Dalam alur cerita tari ini mengambil alur lahir hidup dan mati. Tema Tridatu juga diharapkan untuk penari selalu ingat dengan kebesaran Tuhan sebagai Maha pencipta, pemelihara, dan pelebur. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta