Abstract :
Tari Lurik Asri merupakan karya tari garapan baru yang
menggambarkan seseorang sedang menenun kain. Tarian ini ditarikan
secara berkelompok, diiringi gendhing Ngagem Lurik dan Jineman Lurik
dengan menggunakan gamelan laras slendro pathet manyuro. Penelitian ini
bermaksud mengungkapkan tentang koreografi tari Lurik Asri di Sanggar
Seni Sekar Ageng, dan proses kreatif Hartanto di Sanggar Seni Sekar
Ageng.
Pembahasan tentang bentuk koreografi dalam penelitian ini
menggunakan teori dari Sumandiyo Hadi tentang elemen-elemen
koreografi kelompok yaitu: judul tari, jenis tari, tema tari, penari, gerak
tari, rias dan busana, properti, musik tari, ruang tari, cara penyajian, dan
tata cahaya. Pembahasan proses kreatif tari Lurik Asri oleh Hartanto
menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Alma Hawkins yang
terdiri dari tiga tahapan yaitu: eksplorasi, improvisasi, dan komposisi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menekankan pada
telaah fenomena yang terjadi dengan melakukan wawancara, observasi
terlibat (participant observer), dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, karya tari Lurik Asri
terinspirasi dari proses produksi kain lurik di Kabupaten Klaten. Tari
Lurik Asri bertujuan untuk mempromosikan atau memamerkan produk
kain lurik yang menjadi produk khas dari Kabupaten Klaten. Koreografi
tari Lurik Asri merupakan karya tari kreasi baru yang terdiri dari elemenelemen
yang saling terkait seperti judul tari, tema tari, jenis tari, penari,
gerak tari, rias busana, properti, musik tari. Proses kreatif Hartanto dalam
menciptakan karya tari Lurik Asri terdiri dari eksplorasi, improvisasi, dan
komposisi. Dalam eksplorasi Hartanto mencari, memilih gerak-gerak
berdasarkan hasil observasi, improvisasi ini Hartanto dan penari Sanggar
Seni Sekar Ageng mengimprovisasi gerak dan melibatkan semua bagian
tubuh dengan spontan, dan komposisi ini mulai menyatukan keseluruhan
gerak dengan musik menjadi satu kesatuan yang utuh.