Abstract :
Aktivitas Kesenian Komunitas Sarang Tarung (Skripsi Fajar Nurul Hidayah, xiii dan 109 halaman). Skripsi S1 Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Rupoa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Skripsi ini meneliti dan membahas aktivitas kesenian komunitas Sarang Tarung. Fokus permasalahan yang diteliti adalah makna yang mendorong komunitas Sarang Tarung melakukan aktivitas kesenian, juga membahas bagaimana latar belakang berdirinya komunitas, serta bagaimana bentuk aktivitas mereka. metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan analisis taksonomi. Teori interaksionisme simbolik (Herbert Blumer) digunakan sebagai pisau bedah. Sarang Tarung dilihat melalui interaksionisme simbolik merupakan serangkaian proses pembentukan makna yang mendasari mereka melakukan aktivitas kesenian. Beranjak dari makna tersebut mendorong komunitas Sarang Tarung mencari informasi yang memperkuat makna mereka beraktivitas seni yaitu melakukan interaksi sosial dengan komunitas atau seseorang yang lebih dulu melakukan aktivitas kesenian (seni kerakyatan) setelah itu baru mereka akan melakukan proses penafsiran dengan menilai dan memodifikasi apa yang sudah mereka peroleh untuk diterapkan dalam aktivitas kesenian mereka saat ini. Melalui interaksionisme simbolik, dapat diketahui makna aktivitas kesenian bagi komunitas Sarang Tarung adalah bentuk rasa kepedulian, selain itu dapat diketahui bahwa komunitas Sarang Tarung tidak sepenuhnya paham tentang seni kerakyatan, mereka juga bagian anak muda yang mengkonsumsi tren seni kerakyatan. Mereka beranggapan bahwa seni kerakyatan adalah bentuk solidaritas yang mampu memberi perubahan pada kesejahteraan masyarakat kelas bawah. Anggapan tersebut yang mendorong mereka melakukan aktivitas kesenian dan tidak sekadar menjadi konsumen pasif.
Kata kunci: Aktivitas Kesenian, Interaksionisme Simbolik, Komunitas Sarang Tarung, Makna.