Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Widyastutieningrum, Sri Rochana
Subject
Tari
Datestamp
2023-08-18 08:39:36
Abstract :
Penelitian ini beriujuan mengungkapkan dan menielaskan
perkenbangan tari gambyong (Eaya Surakarta), yang diperkirakan berkernbang seiak tahun 1950. Perkembangan ini tidak Lepas ciari proses pembentukan tari gambyong yang diawali darl tari ta]ddidk atau tari tayub yang hidup dl kalangan rakyat. Dalam perkembangannya, Tari gambyong diperhalus dengan mendasarkan pada kaidah-kaidah tari keraton. Tari gambyong inilah yang
berkembang sampai sekarang ini.
Munculnya tari gambyong dewasa ini nerupakan kelanjutan
dari tari tradisi masa lampau yang tidak terlePas
dar j- konieks sosial budaya masyarakat pendukungnya.
Untuk membuktikan kebenaran pernyataan j-ni, ciiperlukan
pengamaian yang luas dan mendalam tentang tari gambyong,
karena harus meng-ungkap faktor-faktor penyebab reriadinya
perubahan dan perkembanga4 tari gambyong. Oleh
karena i t u , pendekatan historis, sosiologis, antropologis,
dan seni diperlukan untuk rnendekatl topik ini, agap
dapat memberikan penjelasan dan iawaban permasalahan.
Sejak munculnya koreografi tari Gambyong Par6anom
pada tahun 1950 eampai. tahun 1993, tari garnbyong mengalami
perubahan fungsi. Tari yang pada mulanya berfungsi
sebagai hiburan atau tontonan, kemudian berfungsi
untuk penyambutan tamu. Perubahan fungsi ini nenyebabkan
adanya perubahan bentuk saiian dan peningkatan
frekuensi penyajian, junfah koreografi, dan iumlah
penari.
Perkembangan tari- gambyong iuga tidak terJ.epas dari
n i l a i estet i - s tarinya. Tari gambyong mengungkapkan
tentang keluwesan, kefenbutan, dan ke l - incahan Beorang
wanj,ta- Ni1a1 estetis tari gambyong terutama terdaPat
pada keharmonisan dan kesel-arasan antara gerak dan
ritme, khususnya antara gerak dan irama kendang yang
khas. Dalam penyaiian tari gambyong, ni.lai estetis
ditentukan oleh koreografi dan daya ungkap penari dalam
penyai iannya- Berkaitan dengan itu, maka nlIai. eBtetia
tari gaLnbyong akan muncul iika penarlnya menjiwai dan
mannpu mengekspresikan tari gambyong dengan sempurna,
sehingga muncul ungkapan tari yang erotis-sensual.
Ungkapan itu akan tercapal apabila disaiikan oleh penari
yang memenuhi kriterj-a Jogdd iy'ataraa dan Hastha Sawanda.
Dengan dernikian diduga kuat, ungkapan erotiesensual
tari gambyong ini rneniadi daya tarik, sehingga
tari gambyong dapat berkembang di nasyarakat Jawa, terutama
Jawa Tengah. Selain itu, perkenrbangan tarl garnbyong
agaknya iuga dipengaruhl ol-eh sifat-sifatnya yang
njawani, situasional, dan fleksibel