Abstract :
Skripsi karya ilmiah ini berusaha mengungkap pertunjukan wayang
kulit Madura atau disebut dengan pertunjukan bajhang kole?, oleh
masyarakat Madura, yang saat ini masih dapat dijumpai keberadaannya
di daerah Pamekasan, tepatnya di Vihara Avalokitesvara. Perbedaan dan
keunikan pada pertunjukan bajhang kole? serta keberadaannya yang dapat
dikatakan hampir punah menjadi latar belakang penelitian ini. Dalam
penelitian ini, pertunjukan bajhang kole? diungkap secara menyeluruh
(holistik), yang meliputi latar belakang seniman, pertunjukan/karya seni,
serta tanggapan masyarakat terhadap sajian pertunjukan. Landasan teori
utama atau payung utama dalam penelitian ini adalah teori kritik seni
holistik, yang digagas oleh H.B Sutopo, selain itu juga terdapat beberapa
teori lain sebagai pendukung dalam penelitian ini.
Latar belakang seniman diungkap guna memberikan informasi
sebab akibat terciptanya sebuah karya, serta untuk mengungkap
perjalanan atau profil seorang seniman. Seniman dalam hal ini adalah
Novem Ali Sahos Sudirman sebagai dalang pertunjukan bajhang kole?.
Pertunjukan atau karya seni meliputi perabot fisik, perabot nonfisik,
sanggit, garap, serta struktur dramatik yang difokuskan pada repertoar
lakon Babad Alas Amarta. Tanggapan masyarakat meliputi tanggapan
terhadap sajian pertunjukan Novem Ali Sahos Sudirman dalam semua
repertoar lakon, dan juga tanggapan pada sajian lakon Babad Alas Amarta.
Hasil dari ketiga permasalahan tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi
guna pelestarian pertunjukan bajhang kole?.