Abstract :
Skripsi karya seni dengan judul ?Pakeliran Padat Lakon Cupu Manik
Asthagina? ini merupakan sebuah hasil kerja kreatif pertunjukan wayang
kulit purwa yang sanggit ceritanya diilhami dari alat komunikasi dan
informasi masa kini, yakni handphone atau gadget. Kecanggihan teknologi
komunikasi tersebut memerlukan kebijaksanaan pemakainya agar tidak
berdampak negatif seperti yang terjadi dalam cerita Cupu Manik Asthagina.
Prahara rumah tangga yang menerpa keluarga Resi Gotama tidak lain
karena penyalahgunaan alat komunikasi dan informasi canggih yang
disebut Cupu Manik Asthagina oleh Windradi, sehingga ketiga anaknya
menjadi korban.
Karya seni ini disusun dengan menggunakan pendekatan penelitian
artistik (artistic research). Data penelitian dikumpulkan melalui studi
pustaka, pengamatan audio-visual, dan wawancara. Ketiga sumber data
tersebut diperbandingkan, dianalisis, dan dikorelasikan dengan gagasan
pokok penyusun, sehingga terciptalah sanggit lakon Cupu Manik Asthagina
yang berbeda dengan sanggit tradisi pedalangan. Adapun sajian pakelirannya
menggunakan konsep garapan ?pakeliran padat.? Proses kekaryaan
melalui dua tahap, yakni tahap persiapan (terdiri atas observasi dan
orientasi) dan tahap penggarapan (terdiri atas eksplorasi, improvisasi, dan
evaluasi).