Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Awang Setiawan, Awang Setiawan
Subject
Teater
Datestamp
2022-09-29 03:04:05
Abstract :
Mantak adalah istilah dari dongeng atau legenda yang disebut dalam literasi bahasa Jawa yang bermakna pantangan atau larangan dan jika hal tersebut dilanggar maka akan berakibat buruk di keluarga maupun orang itu sendiri. Pemahaman tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa, anggapan tersebut bahkan menjadi doktrin melalui cerita atau dongeng (folklor). Ide penciptaan karya ini terlahir berdasarkan hasil pengalaman secara empiris dalam kehidupan sosial. Tepatnya pada tahun 1990-an kondisi masyarakat pesisir Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan telah mengalami kemerosotan ekonomi yang mengakibatkan masyarakat nelayan memilih untuk ikut berlayar mencari ikan menggunakan kapal besar dan harus meninggalkan keluarganya dalam kondisi apapun. Tujuan penciptaan karya seni Mantak dari Kelompok Teater Wonokerto yang disingkat Teater Wonokerto, memberikan gambaran sosial tentang kehidupan masyarakat pesisir, khususnya wilayah Kecamatan Wonokerto Kab. Pekalongan. Hal ini, merupakan tradisi masyarakat Wonokerto sebagai tanggung-Jawab besar yang dimiliki oleh anak laki-laki. Mereka harus mampu menjaga harkat, martabat keluarganya di dalam hal apapun dan mereka harus memiliki kepribadian yang tangguh.
Fenomena terjadi di Desa Wonokerto dituangkan dalam bentuk pertunjukan karya seni teater dengan judul Mantak sebagai ujian tugas akhir. Naskah Mantak karya Kelompok Teater Wonokerto yang menceritakan sebuah peristiwa problematika ppsikologis yang ada di dalam keluarga nelayan saat ini, sangat berpengaruh terhadap prilaku kehidupan masyarakat pesisir, khususnya Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan. Dalam pertunjukan ini diciptakan tokoh Kenthos sebagai seorang yang bijaksana dan penyayang terhadap keluarganya.