Abstract :
Skripsi karya seni dengan judul ?Sidamukti Gendhing Kethuk 4
Awis Minggah 8: Kajian Garap Rebab. Gendhing Sidamukti adalah gending
bonang, karena dalam penyajiannya gending bonang tidak menggunakan
instrumen ricikan garap kecuali kendang dan bonang. Oleh karena itu,
dalam gagasan skripsi karya seni ini penulis mengangkat gending bonang
tersebut untuk disajikan menjadi gending rebab. Pada gending tersebut
khususnya pada bagian inggah terdapat notasi balungan yang bisa digarap
menggunakan céngkok-céngkok yang sudah ada dan tidak perlu mengubah
ambah-ambahan balungan.
Metode yang digunakan untuk menggumpulkan data adalah
metode kualitatif. Dalam proses rancangan karya seni ini dimulai dengan
proses perancangan penilitian dan pemilihan sumber data. Data-data
penelitian dikumpulkan melalui proses studi pustaka, observasi dan
wawancara. Analisis ini menggunakan konsep mungguh dan konsep
garap.
Penyusunan skripsi karya seni ini menghasilkan sebuah sajian
gending dengan garap dan sajian yang baru yaitu gending bonang yang
digarap menjadi gending rebab. Peran ricikan rebab sangat penting pada
sajian ini karena menjadi pamurba lagu dan memberi warna pada sajian
gendhing Sidamukti agar gending terkesan hidup dan berkarakter. Hasil
dari skripsi karya seni ini nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai
referensi sajian garap gending gaya Surakarta. Menggarap gending ageng
juga sangat bermanfaat besar dan dapat menambah referensi garap bagi
penggarapnya.