Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Puspasari,, Ni Kadek Yulia
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni
Datestamp
2022-11-30 04:16:11
Abstract :
Karya Embodied Confinement mempunyai latar belakang fenomena pandemi Covid- 19, pengalaman personal pengkarya atas kondisi confinement dari lockdown total di Perancis. Terhitung total selama 61 hari dari 14 maret hingga 11 mei 2020 pengkarya berada di dalam rumah. Confinement sebagai penahanan, pengurungan, pengukungan membuat kehidupan masyarakat dipaksa berhenti total, ruang dan kegiatan serba dibatasi. Kondisi yang memunculkan realitas baru, kebiasaan-kebiasaan dan permasalahan baru menjadi krisis kesehatan, ekonomi, sosial dan politik. Respon atas fenomena tersebut dituangkan dalam bentuk karya tari. Ide artistik yang menjadi fokus penciptaan menghadirkan kembali peristiwa penubuhan confinement berupa satu menit karya video tari setiap hari yang dibagikan secara virtual di media sosial selama lockdown. Semua video di susun secara kronologi waktu menjadi antologi video tari. Dengan konsep mise en abyme dan dramaturgi tari, antologi video dihadirkan bersama eksplorasi ketubuhan penari tunggal, menghasilkan karya tari kontemporer multidisiplin di panggung pertunjukan. Presentasi dalam ruang panggung pendopo, di studio Pantcha Indra Jawa Karanganyar, Indonesia tanggal 7 Agustus 2021 , berdurasi 1 jam 37 menit, 42 detik. Metode kekaryaan dengan penelitian artistik, observasi dari penghayatan, kesadaran penubuhan atas gerak, ruang, waktu, musik, artistik, dramaturgi, narasi, puisi, literatur, tata cahaya. Intercultural (budaya Perancis dan Indonesia) dan interdisipliner, menggunakan media video, penyutradaraan, montage, media/jejaring sosial, virtual. Menjadi ekspresi pembebasan, tubuh tari membawa memori, trauma dan perubahan setelah mengalami confinement, karantina, lockdown yang berulangkali, dengan proses penciptaan karya satu setengah tahun. Karya menghasilkan perjalanan penubuhan, perjalanan kemanusiaan yang menjadi perenungan, pembelajaran dan resilience bangkit menghadapi pandemi. Menghadirkan nilai, harapan, seni menyelamatkan sisi kemanusiaan akan krisis pandemi.