DETAIL DOCUMENT
GHÂLUNDHÂNG : GAYA TABUHAN DAN KEBERTAHANAN MUSIK KAYU DI KECAMATAN TAMANAN KABUPATEN BONDOWOSO
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Nugraha, Yudhistira Sugma
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2022-12-16 07:57:04 
Abstract :
Penelitian berjudul ?Ghâlundhâng: Gaya Tabuhan dan Kebertahanan Musik Kayu di Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso? ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman bahwa fenomena musikal dan non musikal pada ghâlundhâng sejatinya tidak dapat dilepaskan dari praktik kultural masyarakat pemiliknya. Dunia ide, pengalaman pelaku, dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pemiliknya memiliki kontribusi yang sangat kuat dalam membentuk karakteristik musik ghâlundhâng. Oleh karena itu fenomena teks dan konteks pada ghâlundhâng akan direlasikan dengan praktik kultural yang selama ini berlangsung masif, sehingga akan diketahui apa yang menjadi dasar dari ciri khas musik ghâlundhâng dan mengapa masih dipertahankan sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologi yang menekankan bekerjanya sistem budaya musik dalam masyarakat tertentu. Pada persoalan lain, peneliti menggunakan beberapa konsep yaitu disiplin ilmu karawitan dan etnomusikologi untuk Analisis musikalnya. Kemudian konsep etnoestetik digunakan untuk mengetahui perilaku bermusik para pelaku seni ghâlundhâng. Faktor intraestetik dan ekstraestetik digunakan untuk melihat apa saja yang menjadi penopang kebertahanan musik ghâlundhâng dalam masyarakat Tamanan digunakan. Beberapa konsep ini kemudian dibingkai dalam satu disiplin ilmu yang menjadi payung besar dalam penelitian ini yakni etnomusikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) gaya tabuhan musik ghâlundhâng cenderung menekankan pola-pola interlocking di setiap repertoar. Meskipun logika musik berbasis logika gamelan, akan tetapi dalam perlakuannya banyak teknik dan kaidah berbeda dengan gamelan, 2) perilaku bermusik dalam pertunjukannya memiliki sikap yang kontradiksi dengan musikal yang dimainkan. Hal tersebut merupakan wujud dari sikap kepatuhan terhadap falsafah yang pernah dipegang teguh oleh pendahulunya yakni bermusik sama halnya dengan beribadah, 3) Kebertahanan musik ghâlundhâng dalam masyarakat Tamanan ditopang oleh empat elemen meliputi; pelaku, penggunaan dan fungsi, penanggap, dan pemerintah. Keempat elemen ini saling berelasi membentuk sistem integrasi guna menopang eksistensi musik ghâlundhâng dalam masyarakat Tamanan. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta