DETAIL DOCUMENT
STRATEGI PENCITRAAN DAERAH BERBASIS TARI DI BANYUWANGI, PONOROGO, DAN PURWOREJO
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Setyawan, Agus Budi
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni 
Datestamp
2023-01-16 04:35:10 
Abstract :
Globalisasi menghadirkan situasi kompetitif antar pemerintah daerah dalam menarik wisatawan dan investor. Pengumpulan data yang dilakukan menunjukkan fakta bahwa dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia, baru 113 daerah yang melakukan pencitraan. Banyuwangi, Ponorogo, dan Purworejo merupakan kabupaten yang menggunakan potensi seni tari sebagai sumber ide dalam aktivitas pencitraannya. Penerapan seni tari untuk pembentukan citra daerah fleksibel dan komunikatif. Masih banyak daerah lain dengan potensi serupa namun belum terartikulasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pencitraan daerah berbasis tari dengan membuat kajian terhadap dasar pemilihan dan penerapannya dalam aktivitas pencitraan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang didukung teori identitas, eksistensi, komunikasi citra, pemasaran, desain, dan media. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dengan cara tak berperan, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan studi pustaka. Data dianalisis secara interaktif melalui pemadatan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Seni tari dijadikan sumber ide pencitraan daerah karena unik, populer, memiliki daya jual, merepresentasikan identitas daerah, dan keberadaannya sudah mengakar. (2) Pembentukan citra daerah berbasis tari dilakukan dengan menampilkan identitas visual tari pada aktivitas komunikasi primer, sekunder, dan tersier secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. (3) Strategi pencitraan daerah berbasis tari terdiri dari strategi pesan, visual, dan media. Pesan komunikasi menggunakan bahasa, diksi, dan gaya penyampaian yang disesuaikan dengan target audience. Figur penari divisualisasikan dengan pendekatan fotografi, ilustrasi vektor, mural, dan kartun. Aktivitas komunikasi dilakukan menggunakan media berbayar, milik sendiri, media sosial, endorse selebriti, dan influencer. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai model rekomendasi bagi perencana daerah beserta pemangku kebijakan yang akan membentuk citra daerahnya dengan memanfaatkan karakteristik dan identitas lokal dalam bentuk seni tari. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta